LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

575 Anggota DPR dan Keluarga Lakukan Rapid Test Virus Corona

"Kami baru menunggu alatnya besok baru sampai di DPR jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Senin (23/3).

2020-03-23 12:48:28
DPR
Advertisement

575 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beserta keluarga akan melakukan rapid test virus corona. Rencananya, tes tersebut akan digelar mulai Kamis (26/3) atau Jumat (27/3).

"Kami baru menunggu alatnya besok baru sampai di DPR jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Senin (23/3).

Rencana rapid test itu akan dilakukan di Kompleks perumahan anggota DPR di Kalibata, dan Ulujami. Metodenya, akan digelar secara massal rapid test dalam satu ruang serbaguna.

Advertisement

Indra memperkirakan, akan ada sekitar 2.000 orang yang menjalani rapid test. Tidak hanya anggota dewan dan keluarga, tetapi orang yang bekerja untuk anggota seperti sopir pribadi. Sementara itu, DPR menyiapkan empat dokter dan empat paramedis.

Indra menjelaskan, anggota yang negatif akan dirujuk ke rumah sakit untuk divaksin anti flu dan anti pneumonia. Sementara, yang positif akan ditangani sesuai prosedur.

"Kita pada rumah sakit rujukan kita sudah sampaikan nanti akan ditangani sesuai prosedur penanganan virus," kata dia.

Advertisement

Indra mengatakan, dalam rapid test nanti akan diprioritaskan untuk orang berumur di atas 50 tahun yang memiliki risiko tinggi. Tes untuk dewan ini untuk memastikan tidak ada anggota atau keluarganya yang positif.

"Jadi itu sebenarnya keinginan kita semuanya untuk tahu supaya kita bukanlah tidak tepapar virus itu. Kan semua pengen tahu dengan sekarang epicentrumnya bukan lagi di masyarakat dimana mana pusat-pusat pemerintahan juga terkena dan mereka juga ingin memastikan juga," kata dia.

Adapun rapid test ini tidak menggunakan anggaran DPR. Melainkan sumbangan anggota dan pimpinan DPR.

"Ini ada beberapa sumbangan anggota-anggota pimpinan untuk mengadakan rapid testnya. Tapi kalau penanganannya itu ya tentu itu ada dengan intern dokter dan paramedis kami jadi sebenarnya tidak ada biaya khusus dari anggota yang dikeluarkan," kata Indra.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.