5 Pesan Prabowo dari 'Kandang Banteng'
Prabowo menyarankan kepada pendukungnya untuk memilih pemimpin yang amanah.
Capres Prabowo Subianto menggelar kampanye di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Kamis (26/6). Prabowo didampingi tim sukses dan politisi yang tergabung dalam koalisi Merah Putih, minus Cawapres Hatta Rajasa yang memang sedang kampanye terpisah di kota lain. Prabowo menilai produksi mobil Esemka yang sempat dibanggakan Jokowi sebagai produk buatan anak bangsa, seluruh bahan bakunya masih diimpor. Dalam orasi di hadapan ribuan pendukung partai koalisi Merah Putih di Boyolali, Prabowo mengatakan, sampai saat ini banyak negara yang takut bila dia nantinya terpilih menjadi presiden di pilpres 9 Juli nanti. Prabowo juga mengajak bangsa dan masyarakat agar berani berdiri di atas kaki sendiri, tanpa intervensi negara asing. Prabowo Subianto mengatakan ada gejala atau indikasi, Indonesia dipelihara oleh negara asing sebagai sapi perahan. Gejala-gejala tersebut antara lain, tenaga kerja yang murah, upah minim, harus membeli barang dari negara asing, bahkan tidak boleh Indonesia menjadi negara kaya. Sebelum menutup kampanye di Boyolali, Prabowo mengatakan bila pemilihan presiden kini semakin dekat yakni hanya menyisakan 13 hari lagi. Dengan semakin dekatnya waktu pemilu, maka dia meminta kepada seluruh warga agar cermat dalam menentukan pilihannya.
Prabowo menggelar kampanye di dua kota, Boyolali dan Sukoharjo. Ribuan simpatisan memadati lokasi kampanye. Di hadapan pendukungya, Prabowo mengatakan bahwa bangsa Indonesia bukan negara kecil. Hal ini karena bila dilihat dari jumlah penduduknya negara ini merupakan terbesar keempat di dunia.
"Maka dari itu, kami ingin mengembalikan kejayaan bangsa ini menjadi yang disegani, makmur dan berdaulat sehingga tak lagi diakali oleh bangsa lain," kata Prabowo di Lapangan Madegondo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (26/6).
Apa saja pesan Prabowo kepada para pendukungnya di kandang banteng, sebutan Jawa Tengah yang menjadi lumbung suara partai PDIP. Berikut ulasannya:Sentil Jokowi soal Mobil Esemka
Dia mengatakan, saat Jokowi memimpin Kota Solo selama dua periode, mobil Esemka selalu dielu-elukan sebagai produk rancangan anak bangsa. Meski demikian, hal itu tak sepenuhnya benar. Mobil itu sebenarnya dirakit oleh pabrikan luar negeri.
"Jadi seluruh komponennya juga didapatkan dari luar negeri. Itu mobil dirakit di luar negeri tapi malah ada yang ngaku-ngaku milik Indonesia," ujar dia, Kamis (26/6).
Lebih lanjut, dia mengaku, tak ingin lagi melihat rakyat terperdaya oleh kebijakan-kebijakan yang tidak realistis. "Karena nyata-nyata kita masih dikendalikan bangsa asing, maka kami ke depan ingin merubah hal itu. Maka dari itu, kita harus waspada dan jangan pilih pemimpin yang tidak bisa merealisasikan janjinya," teriaknya di depan ribuan pendukung Prabowo-Hatta di Lapangan Madegondo.Banyak negara takut Prabowo jadi presiden
Menurut dia, ketakutan bangsa asing itu disebabkan dia memiliki komitmen kuat untuk mengubah NKRI menjadi sebuah bangsa yang disegani, ditakuti lawan dan mandiri dalam segala bidang. Selain itu, semasa menjadi prajurit TNI juga sudah membuktikan secara nyata bahwa dia pernah mempertaruhkan jiwa dan raga untuk bangsa. Untuk itu, dia bertekad membentuk pemerintah yang bersih dan menghilangkan korupsi.
"Maka dari itu, entah mengapa sampai sekarang masih banyak orang asing yang takut bila saya menjadi presiden. Saya rasa, kenapa kalian takut bila saya ingin membuat Indonesia menjadi sejahtera? Karena kalian (bangsa asing) selalu ingin rakyat di negeri ini berlutut kepada kalian. Tapi apapun itu saya tetap komitmen merubah Indonesia menjadi negara maju yang disegani semua orang," ujar dia.Jadi bangsa berdiri di atas kaki sendiri
"Kita harus mampu memproduksi mobil buatan sendiri, bukan rakitan. Mobil yang dikatakan buatan sendiri saat ini ternyata rakitan, seharusnya seorang pemimpin bisa dipercaya omongannya," katanya.Berhenti caci maki Soekarno dan Soeharto
"Kita tidak sadar akan dijadikan sapi perahan oleh negara asing. Sudah seharusnya kita bangkit dan berkaca pada diri sendiri. Jika negara lemah, maka akan mudah diintervensi negara lain," ujar Prabowo di hadapan ribuan pendukungnya.
Lebih lanjut mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan, masyarakat seharusnya bisa bersikap mawas diri dan berkaca pada diri sendiri. Hal tersebut dibutuhkan untuk bisa memperbaiki nasib bangsa Indonesia.
"Kita harus mau bekerja keras tanpa harus mencari-cari kesalahan orang lain atau menghujat. Jangan lagi mencaci maki Pak Harto atau Pak Karno. Mereka adalah presiden yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia," tegasnya.Ingatkan pendukung tak jumawa
Selain itu, dia juga meminta kepada para pendukungnya agar tidak jumawa bila dia kelak terpilih menjadi presiden mengalahkan Jokowi di pilpres.
"Saya meminta kepada seluruh pendukung, jangan terpancing bila ada pihak-pihak yang memprovokasi. Saya juga minta tidak boleh jumawa tidak boleh adigang adigung adiguna dan ojo dumeh," kata dia.