LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

5 Pesan Kiai Ma'ruf Amin jelang Pilpres 2019

Setahun jelang pilpres saja, situasi politik sudah hangat.

2018-04-26 07:32:14
Pilpres 2019
Advertisement

Menjelang Pemilu 2019, baik Pileg dan Pilpres, tensi politik semakin memanas. Setahun jelang pilpres saja, situasi politik sudah hangat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Ma'ruf Amin berpesan agar semua pihak menjaga situasi agar Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar. Berikut lima pesannya:

Advertisement

Jangan memaki

Kiai Ma'ruf Amin menanggapi gerakan 2019 ganti presiden. Dia mempersilakan bila ada sebagian masyarakat membuat gerakan ganti presiden, asal dengan etika, konstitusional dan demokratis.

"Kalau mau ganti presiden ganti saja ada mekanismenya ada caranya, mau mengganti jangan maki-maki orang, nuduh-nuduh orang, menghina orang," kata Kiai Ma'ruf. Demi menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa, Ma'ruf Amin mengajak nahdliyin untuk mengamalkan prinsip NU dalam berbangsa dan bernegara, menjalankan ukhwah islamiyah, ukhwah watoniyah dan ukhwah insaniyah.

Advertisement

Jangan sampai terprovokasi isu SARA

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, Kiai Ma'ruf Amin menyampaikan bagi umat Islam di Indonesia, khususnya warga NU jangan terprovokasi dengan isu SARA atau yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

"Kita jangan mau, terprovokasi dengan isu-isu SARA, yang bisa membuat umat saling bermusuhan, atau membuat umat bermusuhan dengan Pemerintah dan memecah Ulama dengan Pemerintah," tuturnya.

Pilih karena prestasinya bukan karena sensasinya

Selain itu, Kiai Ma'ruf Amin juga mengingatkan kepada para Pasangan Calon (Paslon) yang akan berlaga dalam Pilkada atau Pilpres untuk unjuk diri pada masyarakat tentang prestasi yang didapat. Sehingga nantinya di pilih oleh masyarakat.

"Pokoknya di dalam berkampanye, silakan menjual dirinya setinggi mungkin bahwa dia (Paslon) mempunyai prestasi. Tapi, jangan nimpukin orang (lawan) tapi jangan menjelekkan orang (lawan) itu kan jadi rusuh nanti," jelasnya.

"Dia (Paslon) silakan jual saja kehebatan dirinya. Mulai dari idenya, gagasannya, apa presentasi yang sudah didapatkannya. Sehingga terpengaruh orang untuk memilih dia (Paslon)," ucapnya.

Pilpres harus jadi penyatu bangsa

KH Ma'ruf Amin berharap pemilihan kepala daerah serentak dan pemilihan presiden 2019 dapat berjalan lancar. Dia berpesan Pilpres 2019 jangan sampai merusak keutuhan bangsa.

"Kita berharap Pilgub, Pilpres nanti jangan sampai merusak keutuhan bangsa. Itu kan cuma mencari pemimpin, kenapa negara harus dikorbankan," katanya.

Gunakan media sosial dengan bijak

Jelang pemilihan umum berita atau informasi hoax sering kali muncul, untuk itu KH Ma'ruf Amin mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan tabayyun dalam menyikapi informasi yang beredar di Media Sosial (medsos).

"Tidak benar menyimpulkan suatu kegiatan atau program dengan konteks yang tidak utuh dan tanpa data yang lengkap. Kita harus selalu tabayyun ketika menerima informasi di medsos," katanya.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.