4 Sindiran-sindiran Amien Rais ke Jokowi
Jelang Pemilu 2014, Amien Rais kembali kerap tampil di publik.
Jelang Pemilu 2014, Amien Rais kembali kerap tampil di publik. Mantan Ketua MPR itu juga ikut-ikutan menyorot peluang Jokowi menjadi calon presiden. Jika Jokowi tetap maju dalam Pilpres 2014 mendatang, Amien pun meragukan etika politik mantan wali kota Solo itu. Amien meminta Jokowi lebih dulu membuktikan semua janji-janjinya saat berkampanye di Pilgub DKI tahun lalu. Amien Rais meminta Jokowi untuk tidak buru-buru kepincut ikut menjadi capres di 2014 mendatang. Menurut Amien, Jokowi telah disumpah selama lima tahun untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Amien Rais pernah mengkritik habis-habisan Jokowi saat menjadi wali kota Solo. Amien mengaku heran mengapa orang membangga-banggakan Jokowi padahal gagal memimpin di Solo. Meski kerap mengkritik Jokowi, soal politik beda urusannya. Amien dalam suatu kesempatan malah punya keinginan untuk menyandingkan Jokowi dengan Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014 mendatang.
Pernyataan Amien pun berubah-ubah. Kadang mendukung Jokowi menjadi calon presiden, kadang menyarankan agar gubernur DKI Jakarta itu tidak mencalonkan menjadi capres.
Amien punya alasan sendiri mengapa ia tidak sepakat jika Jokowi maju menjadi capres. Sama halnya saat Jokowi berniat maju dalam Pilgub DKI tahun lalu. Amien pun ikut komentar soal majunya Jokowi kala itu.
Berikut pernyataan-pernyataan Amien soal Jokowi yang dirangkum merdeka.com:Jokowi diminta jangan nyapres, buktikan janjinya dulu
"Lebih baik bersabar, buktikan dulu sukses sebagai Gubernur DKI, saya kira nanti berbondong-bondong orang akan memilih dia," kata Amien saat melepas rombongan mudik PAN di Senayan, Jakarta, Minggu (3/8).
Amien mengakui, elektabilitas Jokowi saat ini memang tinggi menggalahkan capres lainnya seperti Prabowo Subianto, Megawati, Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa. Namun, peta politik jelang pemilu bisa berubah-ubah.
"Sekarang ini memang Jokowi paling tinggi, tapi politik itu biasanya memang suka berubah-ubah," kata Amien Rais.Jokowi disumpah jadi gubernur DKI 5 tahun
"Kalau saya boleh kasih masukan, sebelumnya Pak Jokowi itu disumpah lewat sumpah jabatan bertugas selama 5 tahun sebagai gubernur. Kalau baru 2 tahun, karena desakan rakyat, kemudian dia loncat sebagai presiden, bagaimana dengan amanat," ujar Amien Rais .
Hal itu dia sampaikan di sela-sela acara pelepasan mudik bersama DPP PAN di Hall A Basket, GBK Senayan, Sabtu (3/8).
Jika Jokowi tetap maju dalam Pilpres 2014 mendatang, Amien pun meragukan etika politik mantan Wali Kota Solo itu. Amien meminta Jokowi lebih dulu membuktikan semua janji-janjinya saat berkampanye di Pilgub DKI tahun lalu.
"Lebih baik bersabar, buktikan dulu sukses sebagai Gubernur DKI, saya kira nanti berbondong-bondong orang akan memilih dia," kata Amien.Tak pilih Jokowi
"Solo itu masih kumuh, gelap, agak miskin. Sebenarnya ini sudah masa tenang kampanye sebetulnya tidak boleh, tapi Anda (wartawan) tanya ya saya jelaskan. Solo itu kemiskinannya tertinggi di Jawa Tengah," kata Amien Rais kepada wartawan di Monas, Rabu (19/9) tahun lalu.
Karena itu, mantan ketua MPR ini mengaku heran mengapa Jokowi dinobatkan sebagai salah seorang wali kota terbaik di dunia. "Saya heran. Saya itu orang Solo, kalau Solo jadi wali kota terbaik di muka bumi, itu gagal dan lemah. Saya sudah keliling ke Timur Tengah, Eropa Timur, Eropa Barat, Amerika, Australia, Rusia, itu kota bagus cemerlang, rapi, hijau," katanya.Ingin sandingkan Jokowi dengan Hatta
Menurutnya, duet Jokowi-Hatta bagaikan Bung Karno dan Hatta, presiden dan wakil presiden RI pertama. Amien menjelaskan, duet antara Jokowi dengan Hatta muncul dari dosen-dosen di UGM. Hal itu, kata dia, masih berandai-andai, karena pemilu masih panjang.
"Jadi begini, kan pilpres masih 1,5 tahun, kemudian semua masih terbuka. Jadi, banyak probability, banyak kemungkinan. Cuma saya dengar di Gajah Mada (UGM), suara-suara sementara dosen itu mengatakan, misalnya bagaimana, cuma berandai-andai semua ya, Jokowi dengan Pak Hatta. Karena pertimbangannya apa? Jokowi-Hatta Rajasa, itu kan mirip-mirip dengan Bung Karno dengan Hatta," jelas Amien saat menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman Hatta Rajasa, Rabu (17/7) malam.
Menurut dia, Bung Karno adalah sosok pemersatu bangsa. Sementara Hatta lebih fokus terhadap sistem administrasi. Jika diproyeksikan, lanjut dia, Hatta Rajasa sangat cocok karena ahli di bidang ekonomi.