LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

4 Pesan Bung Karno hadapi pemilu

Sebelum pemilu 1955 digelar, Presiden Soekarno banyak mengingatkan rakyat Indonesia akan ancaman disintegrasi bangsa.

2014-06-06 09:56:03
Pilpres
Advertisement

Menghadapi Pilpres 2014 yang kini semakin memanas, ada baiknya kita mengingat pesan Bung Karno saat negara ini pertama kali menggelar pemilu pada 1955. Terlebih hari ini, 6 Juni 2014, adalah peringatan hari lahir ke-113 Sang Proklamator.

Sebelum pemilu digelar 29 September 1955, Presiden Soekarno banyak mengingatkan rakyat Indonesia akan ancaman disintegrasi bangsa jika pesta demokrasi pertama itu hanya akan memicu konflik. Pesan Bung Karno itu disampaikan baik lewat pidato langsung atau media komunikasi lain, seperti pamflet.

Berikut 4 pesan Bung Karno tersebut:

Soekarno: RI tetap berdasar Pancasila

"Maka itu saudara-saudara, kita akan mengadakan pemilihan umum dua kali. Pertama, pada tanggal 29 september nanti, insya Allah, untuk memilih DPR. Kemudian pada tanggal 5 desember untuk memilih konstituante adalah Badan pembentuk Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Dasar yang tetap. Konstituante adalah pembentuk konstitusi. Konstitusi berarti Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Dasar tetap bagi negara Republik Indonesia, yang sampai sekarang ini segala-segalanya masih sementara.

Tetapi, saudara-saudara, jikalau ditanya kepadaku "Apa yang berisi kalbu bapak ini akan permohonan kepada Allah SWT? Terus terang aku berkata, jikalau saudara-saudara membelah dada bung Karno ini, permohonanku kepada Allah SWT ialah, saudara-saudara bisa membaca di dalam dada bung Karno memohon kepada Allah SWT supaya negara Republik Indonesia tetap berdasarkan Pancasila." (Soekarno dalam Kongres Rakyat Jawa Timur di Surabaya, 24 September 1955)

Advertisement

Soekarno: RI bukan milik satu golongan

"Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!" (Soekarno dalam Kongres Rakyat Jawa Timur di Surabaya, 24 September 1955)

Advertisement

Soekarno: RI supaya tidak retak

"Wadah yang bernama Negara Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, adat istiadat ini supaya utuh tidak retak." (Soekarno dalam Kongres Rakyat Jawa Timur di Surabaya, 24 September 1955)

Soekarno: Pemilu jangan jadi tempat pertempuran

"Pemilihan umum djangan mendjadi tempat pertempuran. Perdjuangan kepartaian yang dapat memetjah persatuan bangsa Indonesia." (Soekarno dalam sebuah pamflet di 1955)

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.