4 Gerakan partai menengah jalin koalisi Pilpres 2014
Jika melihat hasil hitung cepat, ada 7 partai dikategorikan partai papan tengah.
Usai pemilu legislatif, elite partai politik mulai bergerilya. Mereka mulai mencari koalisi untuk mempersiapkan Pilpres pada 9 Juli mendatang. Jauh sebelum pileg, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sudah memberikan sinyal akan merapat ke Gerindra. Kedatangannya ke kampanye Gerindra di GBK seolah menjadi bukti bahwa PPP mendukung pencapresan Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa secara pribadi mengakui sudah menemui partai-partai yang dirasa akan mendapat suara signifikan. Pertemuan antara PAN dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku pemenang pemilu 2014 versi hitung cepat sudah dilakukan. Demikian pula dengan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subianto. Hatta juga mengaku telah berkomunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pada pileg tahun ini menjadi kuda hitam. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku usai pemilu kemarin partainya langsung menggencarkan penjajakan guna membentuk koalisi untuk pilpres 9 Juli mendatang. Meski perolehan suara PKB meningkat, PKB tetap realistis dalam berkoalisi. Pascapileg, elite PDIP mulai bergerilya mencari koalisi. Dua hari lalu, dua elite PDIP secara khusus menyambangi Kantor DPP Partai NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat.
Yang menarik dicermati adalah manuver parpol menengah. Jika melihat hasil hitung cepat, ada 7 partai dikategorikan partai papan tengah. Perolehan suaranya di bawah 10 persen atau di atas 3,5 persen.
Ketujuh partai menengah itu adalah Partai NasDem , PKB , PKS , Partai Demokrat , PAN , PPP dan Hanura. Ketujuh partai itu kini mulai mencari teman untuk berkoalisi.
Berikut ini gerakan-gerakan partai menengah: PPP dekati Gerindra
Setelah pileg, Suryadharma membantah jika sudah memutuskan akan berkoalisi dengan Gerindra. Menurutnya, kedekatan dengan Prabowo hanya sebatas dukungan biasa.
"Kedekatan saya dengan Pak Prabowo itu juga bukan berarti PPP telah melakukan koalisi, belum, belum itu. Apalagi setelah quick count ini keluar, ini akan mempengaruhi pola pikir dari pimpinan partai-partai politik," ujar Suryadharma.
Bicara soal koalisi, Suryadharma mengibaratkannya seperti sebuah pernikahan. Artinya, harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak sebelum melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan.
"Koalisi itu kan seperti orang kawin, seperti orang nikah. Ada kesepakatan dari kedua belah pihak, menikahi seseorang tapi seseorang itu enggak mau kan enggak jadi itu, jadi di sisi lain juga kalau platform dari kedua belah pihak partai yang akan berkoalisi tidak bertemu jadi bisa tidak jadi, jadi ini cerita masih panjang," tandasnya.Hatta bertemu PDIP dan Gerindra
Hatta menolak partainya melakukan strategi dagang sapi. Dia juga menampik komunikasi politik dengan rival-rivalnya buat mengamankan posisi setelah partainya memperoleh suara kecil.
"Pembicaraan dengan partai lain tentu sudah ada, tapi tidak dalam konteks dagang sapi. Saya ajak bicara parpol platform ekonominya seperti apa, saya bisa mengatakan sebagai menko, ini lho tantangan kita ke depan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, akan menghadapi pertambahan penduduk, macam-macam," ungkap Hatta.Cak Imin terbuka dengan 2 capres
"Dalam hari-hari ini kami melakukan penjajakan koalisi untuk pilpres akan datang," kata Cak Imin saat jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (10/4).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah sadar diri tidak bakal menjagokan para calon presidennya, seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD. Maka dari itu, kata Cak Imin, pihaknya mengaku siap untuk berebut kursi wakil presiden.
Terkait koalisi, Cak Imin mengaku sudah intensif melakukan penjajakan dengan dua orang calon presiden dari partai lain. Sayangnya dia ogah menyebutkan namanya.
"Di antara capres yang ada, PKB sudah melakukan komunikasi intensif di luar partai, yang terus kita kaji dan gali. Mohon maaf kita belum bisa sebutkan namanya," ucapnya.Surya Paloh mulai didekati PDIP
Elite PDIP itu adalah Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Wakil Sekjen Hasto Kristianto. Keduanya lantas disambut langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua DPP NasDem Enggartiasto Lukita.
Mereka kemudian melakukan pertemuan tertutup. Usai melakukan pertemuan, Tjahjo mengaku kedatangannya secara khusus diperintahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Kami akan bertemu lebih intensif lagi," kata Tjahjo.
Wasekjen Partai NasDem Willy Aditya mengungkap pertemuan antara Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Menurut dia, pertemuan itu untuk membahas penguatan sistem presidential threshold.
"Dalam pertemuan dengan Surya Paloh di DPP NasDem, Tjahjo Kumolo menyampaikan pertemuan adalah untuk membahas rencana untuk memperkuat sistem presidential dan bangunan parlemen yang solid ke depan," kata Willy.