4 alasan kubu Prabowo gugat kemenangan Jokowi
Kubu Prabowo anggap pilpres banyak kecurangan yang terstruktur dan massif.
Rekapitulasi suara hasil pemilihan presiden telah rampung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan pemenang Pilpres 2014 adalah pasangan Jokowi - JK. Juru Bicara Prabowo - Hatta , Tantowi Yahya, mengatakan pihaknya bakal menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) besok. Pihaknya bakal membawa bukti-bukti kecurangan yang terjadi sebelum dan saat pencoblosan. Kubu Prabowo menyebut ada 37 hacker dari Korea dan Tiongkok yang menggelembungkan suara golput. Ketua Tim Koalisi Merah Putih Yunus Yosfiah menyebut ada empat juta suara yang dimanipulasi. Kubu pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta mengklaim sudah mengantongi beberapa nama terkait dugaan kejahatan Pemilu. Hal itu disampaikan anggota Tim Hukum Pembela Merah Putih, Firman Wijaya di DPP PKS. Kubu pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa menegaskan siap menang dan kalah dalam perhelatan Pilpres 2014. Asalkan melalui proses yang benar.
Dari rekapitulasi di 33 provinsi, Jokowi - JK memperoleh 70.633.576 suara atau 53,15 persen. Sedangkan pasangan Prabowo - Hatta mendapat 62.262.844 atau 46,85 persen. Dengan demikian, selisih suara sebesar 8.370.732 dari Jokowi. Jumlah suara sah sebanyak 132.896.438 suara.
Namun, Pasangan Prabowo-Hatta tak terima dengan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU tersebut. Prabowo tanpa didampingi Hatta berpidato menolak hasil rekapitulasi KPU tersebut.
Prabowo pun memerintahkan saksi meninggalkan rekapitulasi KPU. Dia mengklaim pemilu tak sah karena banyak kecurangan.
Berikut rangkuman alasan kubu Prabowo-Hatta menggugat kemenangan pasangan Jokowi-JK:Real count kubu Prabowo-Hatta beda dengan KPU
Tantowi mengatakan, kubunya mendatangi Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, pada pukul 17.00 WIB besok. Menurut Tantowi, angka yang diperoleh dari tabulasi pihaknya, berbeda dengan hasil hitung KPU .
"Real count kita itu tidak sama dengan rekap KPU. Kita lebih percaya data kita karena tabulasi. Bukan data yang seperti di website KPU ," kata Tantowi saat dihubungi, Kamis (24/7).
Dia menilai, hasil pindaian (scan) C1 KPU yang digemborkan sebagai upaya transparansi penghitungan bukan berarti tak bisa dicurangi. Tantowi mengaku punya data-data kejanggalan pilpres, termasuk jumlah pemilih yang tak sesuai dengan surat suara.
"Itu hanya data scanning dari C1. Yang tidak dielaborasi. Di tiap TPS hanya disebut jumlah yang mencoblos misalnya 500, enggak disebut apakah sama enggak dengan jumlah surat suara," tegas dia.
Gugatan ini, lanjut dia, bukan perkara menang atau kalah. Melainkan hanya ingin menuntut keadilan dari penyelenggaraan pemilu oleh KPU yang dinilai tidak baik.
"Yang kita tuntut bukan masalah menang atau kalah tapi bicara kualitas demokrasi. Kalau menang tapi menemukan kejanggalan seperti ini, kita akan lapor KPU," pungkasnya.37 hacker luar negeri gelembungkan suara
"Sekitar 4 juta suara dimanipulasi," kata Yunus Yosfiah seperti dikutip dari Antara? di Jakarta, Selasa (22/07).
Para hackers itu, memanipulasi penggelembungan suara golput di beberapa kecamatan di Jateng, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Utara. Kasus itu masih dalam penanganan Bareskrim Polri. "Sekarang sedang dilaporkan ke Bawaslu," katanya.
Dikatakannya, adanya bukti itu menunjukkan pelaksanaan Pilpres 2014 jauh dari harapan dengan demokratis dan jurdil.Kantongi pelaku kejahatan pilpres
"Pemalsuan data itu delik pidana. Dan kita juga dapat informasi yang akurat menyangkut orang-orang yang punya kapasitas melakukan kejahatan Pemilu," kata Firman di lokasi.
Selain itu, menurut Firman pada Jumat (25/7) besok, pihaknya bakal mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Rencananya, hal itu bakal dilakukan pada pukul 13.00 WIB.
"Kami datang nanti ke MK setelah salat Jumat," ujarnya.Siap kalah tapi tak siap dicurangi
Anggota tim hukum Koalisi Merah Putih, Mahendradata mengatakan, dari seluruh pernyataan yang sudah dilontarkan Prabowo, bukan berarti pihaknya ingin memaksa memenangkan Pilpres ini. Sebab, pihaknya hanya ingin prosesnya diperbaiki.
"Permasalahannya, bukan kami yakin bahwa ini bisa memenangkan Pak Prabowo, bukan ke situ. Yang paling penting sekarang adalah kita mengacu pada proses. Seandainya pun kalah, itu kalah lah dengan proses yang baik. Menang dengan proses yang baik," kata Mahendradata di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (23/7).
Walau demikian, kata Mahendradatta, pihaknya tak menampik bila disebut belum bisa menerima kekalahan. Sebab, kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 1 ini merasa masih banyak pelanggaran dan kecurangan.
"Ibaratnya kami siap kalah, siap menang. Tapi kami tidak siap untuk dicurangi," terangnya.