LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

3,5 tahun 5 kali ganti ketum, JK sebut Golkar bisa pecahkan rekor dunia

3,5 tahun 5 ganti ketum, JK sebut Golkar bisa pecahkan rekor dunia. Lima Ketum disebutkan JK yaitu Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, Idrus Marham, dan kini Airlangga Hartarto. Ia berharap ke depan pergantian Ketum yang begitu cepat tak lagi terjadi.

2017-12-20 22:15:44
Partai Golkar
Advertisement

Munaslub Partai Golkar telah usai dan resmi ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu (20/12) malam di JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Airlangga Hartarto dikukuhkan sebagai Ketua Umum terpilih menggantikan Setya Novanto yang terjerat korupsi e-KTP.

Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan dalam 3,5 tahun terakhir, Golkar telah lima kali berganti Ketum. Ia menyebut Golkar tak hanya berhasil pecahkan rekor nasional tapi juga rekor dunia.

"Saya kira ini rekor nasional, mungkin rekor dunia malah yang membawa Partai Golkar dalam 3,5 tahun memiliki lima Ketum," ujarnya.

Advertisement

Lima Ketum disebutkan JK yaitu Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, Idrus Marham, dan kini Airlangga Hartarto. Ia berharap ke depan pergantian Ketum yang begitu cepat tak lagi terjadi.

Wapres juga berharap tak ada lagi goncangan-goncangan politik yang melanda Golkar. Pasalnya sebagai partai besar, kegoncangan atau gejolak di internal partai juga bisa menyebabkan gejolak politik nasional.

"Harapan kita, yang dicapai malam ini tentu menjadi hal yang menyejukkan sehingga mempunyai efek yang baik dalam politik secara keseluruhan bangsa," harapnya.

Advertisement

Harus ada perbaikan untuk mencegah berbagai konflik internal. Perbaikan penting dilakukan karena partai merupakan pilar demokrasi bangsa. "Apabila ingin menjalankan demokrasi dengan baik maka pilarnya juga harus lebih demokratis. Apabila partainya tidak demokratis, internalnya maka sulit kita bangun demokrasi bangsa yang baik," paparnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.