2 Kandidat ditangkap KPK, debat Pilwalkot Malang cuma dihadiri 1 pasang calon
Debat publik pasangan calon wali kota Malang hampir dipastikan hanya akan dihadiri satu calon wali kota saja. Pasalnya, dua calon lain yakni Yaqud Ananda Gudban dan Moch Anton tengah menjalani proses hukum penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Debat publik pasangan calon wali kota Malang hampir dipastikan hanya akan dihadiri satu calon wali kota saja. Pasalnya, dua calon lain yakni Yaqud Ananda Gudban dan Moch Anton tengah menjalani proses hukum penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasangan calon di Pilwalkot Malang bersisa nomor urut 3, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko. Sementara dua rivalnya, kemungkinan hanya akan dihadiri oleh calon wakilnya, Ahmad Wanedi (nomor 1) dan Syamsul Mahmud (nomor 2).
Anton dan Nanda ditahan KPK karena kasus suap pembahasan APBD-P Kota Malang yang mentersangkakan keduanya. Anton berpasangan dengan Syamsul Mahmud diusung PKB, PKS, dan Partai Gerindra.
Sedangkan Nanda merupakan calon wali kota Malang nomor urut 1. Berpasangan dengan Ahmad Wanedi, diusung PDIP, Hanura, PAN, PPP dan NasDem.
Debat Paslon akan berlangsung Sabtu, 7 April 2017 pukul 19.00 WIB - 21.00 WIB di Hotel Harris Kota Malang dengan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi regional Jawa Timur.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Malang, Zainuddin mengatakan, debat publik adalah salah satu proses tahapan Pilkada yang harus dilalui, dan sebagai bagian dari sosialisasi dan pendidikan politik bagi masyarakat. Sesuai ketentuan peserta debat adalah pasangan calon (Paslon).
"Peserta debat publik adalah pasangan calon. Apabila paslon tidak bisa hadir secara lengkap, dapat hadir salah satunya," tegas Zainuddin di Kota Malang, Jumat (26/4).
KPU telah berupaya untuk menghadirkan dua calon Walikota yang tengah ditahan KPK, namun upaya itu gagal setelah permohonan tersebut tidak dikabulkan. Sehingga peserta Debat Publik untuk pasanyan nomor 1 dan 2 hanya diikuti wakilnya, sementara nomor urut 3 lengkap calon walikota dan wakilnya.
Sementara Arief Wahyudi, Ketua Tim Sukses Pasangan Moch Anton-Syamsul Mahmud (Asik) menilai, jika debat tetap dilanjutkan akan menciderai peraturan KPU. Karena aturan yang tertuang adalah debat pasangan calon dan bukan debat calon Walikota atau wakilnya saja.
"Karena aturannya jelas yaitu debat pasangan calon dan bukan debat calon walikota saja atau calon wakil walikota saja. Yang hadir tentu bukan hanya calon wakil walikota saja dari pasangan yang kami usung," katanya.
Sementara dalam rapat koordinasi persiapan debat publik dengan KPU, Kamis (6/4), Arief menolak melanjutkan rapat. Arief keberatan dengan rencana kehadiran paslon nomor 3 yang akan menghadirkan Walikota dan Wakilnya. Padahal calon lainnya yang hanya bisa menghadirkan Wakil Walikota saja.
"Paslon nomor 1 dan 2 menghendaki fairplay dengan hanya melakukan debat calon wakil walikota, akan tetapi paslon nomor 3 bertahan akan menghadirkan paslon lengkap," jelas Arief.
Sikap walkout, kemudian juga diikuti pasangan nomor urut 1 dan 2.
Baca juga:
Bertemu kiai, Romi dan AHY tak ingin Pilgub Jatim bikin pecah belah bangsa
Sapa relawan perempuan Magetan, Puti : Ayo bareng Gus Ipul - Puti makmurkan Jatim
Tak Bisa bertemu seluruh masyarakat Jatim, Gus Ipul akan sapa lewat televisi
Pilkada Malut, PDIP tekankan soliditas & gotong royong
Buruh Jatim kompak akan keliling Jatim menangkan Gus Ipul-Puti
Di Malili, Aziz Qahhar kampanye di warkop Punggawa
Seniman Kirun: Gus Ipul gubernur Jatim makmur