14 Tahun reformasi, politikus agar perbaiki mental
Parpol harus mereformasi diri lebih dulu karena organisasi inilah yang memegang kekuasaan negara.
Cita-cita reformasi yang dikumandangkan 14 tahun lalu harus diakui belum berhasil dicapai oleh bangsa ini. Meski demikian, hal itu jangan justru membuat seluruh elemen bangsa pesimis terhadap agenda reformasi.
Ketua DPP Partai Hanura, Akbar Faizal mengatakan, langkah awal yang harus diambil kini adalah bagaimana partai politik mereformasi diri.
"Bagaimana parpol itu mereformasikan diri. Karena parpol bisa dan mampu mendistribusikan kader-kadernya ke berbagai level. Dan mampu memperjuangkan kepentingan aspirasi rakyat," jelas Akbar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5).
Dia mengatakan, parpol harus mereformasi diri lebih dulu karena organisasi inilah yang memegang kekuasaan negara.
Selain itu, Akbar juga menilai kemunduran cita-cita reformasi adalah mentalitas perilaku pemegang kekuasaan, baik itu politikus ataupun pejabat pemimpin daerah.
"Perilaku pejabat dan politisi harus diperbaiki mentalitasnya. Pejabat bukan pemimpin, tetapi bertugas melayani rakyat. Jadi tugasnya adalah sebagai pelayan," pungkasnya.
"Harus diakui, reformasi belum menunjukkan keberhasilan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Reformasi telah meninggalkan kita dan semuanya harus menanggung semua ini," jelas Akbar.(mdk/ren)