LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Zulkifli: 20 gubernur dan 300 bupati jadi tersangka, apa yang terjadi?

Zulkifli: 20 gubernur dan 300 bupati jadi tersangka, apa yang terjadi?.Menurut ketua MPR itu, dengan banyaknya gubernur dan bupati menjadi tersangka itu karena adanya sistem yang kurang pas dan harus dikaji kembali. Menurutnya, ini menjadi rekor yang sangat besar soal penetapan tersangka.

2018-01-31 22:58:29
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
Advertisement

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan saat ini sudah 20 gubernur dan 300 lebih bupati jadi tersangka. Hal itu ia katakan ketika kadernya Zumi Zola dikabarkan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap RAPBD 2018.

"Bayangkan sudah ada 20 gubernur jadi tersangka, ada 300 lebih bupati, ada ratusan anggota DPR, apa itu sesungguhnya yang terjadi," kata Zulkifli Hasan di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

Menurut ketua MPR itu, dengan banyaknya gubernur dan bupati menjadi tersangka itu karena adanya sistem yang kurang pas dan harus dikaji kembali. Menurutnya, ini menjadi rekor yang sangat besar soal penetapan tersangka.

Advertisement

"Saya kira ada sistem kita yang kurang pas yang harus kita kaji kembali.Ini bukan juara dunia, enggak ada lawan lagi Indonesia itu. 300 lebih kepala daerah, 20 gubernur, ratusan DPR. Saya kira kita harus duduk bersama ini harus kita benerin," ujarnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa tak mudah jika seseorang ingin menjadi pemimpin di suatu daerah. Karena calon tersebut harus merogoh kocek yang cukup besar dan banyak untuk keperluan-keperluan menjadi pemimpin.

"Demokrasi kita yang mahal ini bagaimana coba jalan keluarnya. gaji bupati itu Rp 6,6 juta, teman-teman tahu murahnya jadi bupati, bagaimana bikin spanduk, bikin iklan, bayar saksi, contohnya itu ya kalau gubernur Jawa Barat, itu kalau enggak salah saksinya saja 80 ribu, kalau untuk melatih dan membayar 200 perak saja Rp 160 miliar, bagaimana enggak mahal itu," ungkapnya.

Advertisement

Jika tidak adanya perubahan sistem, maka orang-orang baik yang ada di Indonesia akan habis.

"Bagaimana jalan keluarnya. Kalau sistem kita begini-begini terus, habis orang-orang baik di Tanah Air itu," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Zumi Zola kabarnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap RAPBD 2018. Hal itu setelah penyidik KPK melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Zumi Zola, pada hari ini Rabu (31/1), yang sebelumnya lebih dahulu memeriksa Zumi Zola sebagai saksi pada Senin (22/1) lalu.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK, Saut Sitomorang belum mau mengungkap status Zumi Zola. "Hasil resminya segera kita umumkan beberapa hari ke depan. Sabar. Lu mau gue kena komisi etik lagi," singkatnya.

Baca juga:
Ketum PAN soal Zumi Zola dikabarkan jadi tersangka suap: Kita ikut proses hukum
Zumi Zola terseret kasus suap APBD Jambi
6 Jam geledah rumah dinas Zumi Zola, penyidik KPK bawa koper berisi berkas
KPK dikabarkan tetapkan Zumi Zola tersangka suap RAPBD Jambi 2018
KPK geledah rumah dinas Zumi Zola

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.