LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Yusril: Terlalu jauh panggil Hary Tanoe

Kasus suap terhadap pegawai pajak meledak karena diduga terkait dengan PT Bhakti Investama.

2012-06-13 15:32:58
Mafia pajak
Advertisement

Pengacara Yusril Ihza Mahendra menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu memeriksa bos PT Bhakti Investama Tbk Hary Tanoesoedibjo terkait penyidikan dalam kasus suap pegawai pajak Tommy Hendratno.

"Terlalu jauh kalau memanggil direktur Bhakti Investama. Dia (Hary) akan datang meski belum menerima pemanggilan KPK," kata Yusril saat menemani Hary Tanoesoedibjo memberikan keterangan pers di Menara kebon Sirih Jakarta, Rabu (13/6).

Yusril menegaskan, sebelum kasus ini melebar, Hary akan mengklarifikasi ke KPK. "Dia akan memenuhi panggilan sebelum kasus ini lari ke mana-mana," jelas Yusril.

Kasus suap yang menyeret pegawai pajak terus menjadi sorotan. Kasus ini meledak setelah diduga terkait dengan pajak perusahan besar PT Bhakti Investama.

"Ini kasus Rp 250 juta, jadi tidak ada kerugian negara. Kasus ini awalnya tidak menarik, tetapi karena ada kaitannya dengan Bhakti Investama," ujar Yusril.

Dalam kasus suap ini, KPK telah menetapkan dua tersangka yaitu Tommy dan pengusaha James Gunarjo. James tertangkap tangan menyuap Tommy lebih dari Rp 200 juta.

Ada dugaan suap ini terkait dengan pajak dari perusahaan PT Bhakti Investama. KPK sendiri terus menyidiki kasus ini. Bahkan, untuk mencari bukti kuat KPK sudah menggeledah kantor Bhakti Investama.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.