LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Yusril ingin luruskan kasus korupsi Alquran

"Saya tertarik menjadi penasihat hukum Zulkarnaen karena sudah menyerempet posisi umat Islam," kata Yusril.

2012-07-10 07:35:18
korupsi alquran
Advertisement

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengakui telah ditunjuk resmi oleh Zulkarnaen Djabar, tersangka dugaan korupsi Alquran, untuk menjadi pengacaranya. Sebagai umat Islam, Yusril mengaku berkepentingan dengan kasus ini.

"Saya tertarik menjadi penasihat hukum Zulkarnaen karena sudah menyerempet posisi umat Islam, maka saya juga berkepentingan meluruskan masalah ini," kata Yusril di Jakarta, Senin (9/7) malam.

Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) ini menilai korupsi pengadaan Alquran yang diduga dilakukan kliennya adalah tidak benar sama sekali. Pemberitaan media soal kasus ini, menurutnya, sudah terlanjur membentuk opini bahwa kliennya bersalah.

"Permasalahan ini sangat serius, karena berdampak pada umat Islam. Seolah-olah sudah begitu rusak negara ini, sampai-sampai pengadaan Alquran pun korupsi, padahal sebenarnya tidak terjadi," kata Yusril.

Yusril mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk bersikap adil dan berimbang dengan seksama mengikuti proses penyidikan korupsi pengadaan  Alquran. "Dan mengawalnya agar proses pemeriksaan berjalan adil, obyektif dan berimbang," ujarnya.

Pakar hukum tata negara ini mengatakan, kalau tuduhan demikian memang terbukti dan didukung oleh fakta-fakta, maka perbuatan itu pantas dikatakan sungguh keterlaluan.

"Orang yang melakukannya sungguh-sungguh tidak bermoral dan tidak bertanggungjawab, serta sungguh menyinggung perasaan umat Islam," tegasnya.

Namun sebaliknya, lanjut Yusril, jika tuduhan itu tidak terbukti dan tidak didukung fakta-fakta, apalagi sekedar rekayasa pembentukan opini, maka tuduhan itu juga sungguh keterlaluan.

"Orang yang melakukan tuduhan demikian juga sungguh-sungguh tidak bermoral dan tidak bertanggungjawab, serta sungguh menyinggung perasaan umat Islam," tukasnya.(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.