Wow, 115 Relawan Tanam 1.000 Bakau! Kolaborasi Pemkot-WVI Perkuat Penanaman Bakau Surabaya di Wonorejo
Pemkot Surabaya dan WVI berkolaborasi dalam aksi penanaman 1.000 bakau di pesisir Wonorejo, perkuat penanaman bakau Surabaya. Apa dampak positifnya bagi lingkungan dan masyarakat?
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) telah sukses menggelar aksi penanaman 1.000 bakau di kawasan pesisir Wonorejo, Surabaya. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 115 relawan Kind Circle (KinCir) dari WVI. Aksi kolektif ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 27-28 September 2025.
Selain fokus pada penanaman bakau, proyek ini juga mencakup pembersihan sampah di area pesisir. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari proyek besar bertajuk Mangrove Adaptive and Resilient Village for Enhanced Livelihoods by Adopting Sustainable and Environmentally-Friendly Aquaculture (MARVEL SEA). Tujuan utamanya adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengapresiasi inisiatif WVI dan para relawan. Ia menegaskan bahwa upaya ini sangat mendukung program pemerintah dalam penanganan sampah dan rehabilitasi ekosistem bakau. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lingkungan Berkelanjutan
Proyek MARVEL SEA menjadi payung bagi kegiatan penanaman bakau Surabaya yang ambisius ini. Penanaman bakau di pesisir Wonorejo merupakan langkah konkret dalam menjaga ekosistem. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi non-pemerintah dan masyarakat.
Dedik Irianto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seperti WVI. Ia menyatakan, "Upaya seperti ini sangat mendukung program pemerintah dalam penanganan sampah dan rehabilitasi ekosistem bakau." Sinergi ini krusial untuk mencapai tujuan pelestarian lingkungan jangka panjang.
Sebanyak 115 relawan Kind Circle (KinCir) dari WVI turut berpartisipasi aktif dalam aksi penanaman dan pembersihan. Kehadiran relawan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga lingkungan. Partisipasi aktif mereka menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kelestarian alam.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik penanaman, tetapi juga edukasi lingkungan. Ini adalah langkah konkret untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik di kalangan masyarakat.
Urgensi Pelestarian Bakau dan Tantangan Sampah di Surabaya
Area Program Manager Simokerto WVI, Charles Frans, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi WVI. Visi tersebut adalah mendorong terciptanya lingkungan hidup yang utuh untuk anak-anak ke depannya. Penanaman bakau Surabaya menjadi bagian integral dari visi tersebut.
Charles berharap masyarakat pesisir memiliki kesadaran untuk menjaga alam demi keberlanjutan generasi mendatang. Ekosistem bakau memiliki peran vital dalam menahan abrasi pantai. Selain itu, bakau juga berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai biota laut.
Data DLH tahun 2024 menunjukkan Kota Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Angka ini setara dengan 0,6 kilogram sampah per orang per hari. Volume sampah yang tinggi ini menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan sampah di perkotaan.
Sementara itu, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024, Jawa Timur memiliki 30.839,3 hektare hutan bakau. Potensi perluasan area bakau bahkan mencapai 43.795 hektare. Data ini menunjukkan peluang besar untuk rehabilitasi dan penanaman bakau di wilayah tersebut.
Harapan untuk Kebiasaan Baik dan Masa Depan Lingkungan
Kolaborasi Pemkot Surabaya dan WVI ini diharapkan menjadi pemicu kebiasaan baik di masyarakat. Penanaman bakau Surabaya hanyalah awal dari serangkaian upaya pelestarian. Kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi tindakan positif lebih lanjut.
Charles Frans menyampaikan harapannya agar kegiatan ini "menjadi awal dari kebiasaan baik, seperti mengurangi sampah dari rumah, menjaga kebersihan sungai dan pantai, serta terus mendukung gerakan restorasi bakau di wilayah pesisir." Harapan ini mencerminkan visi jangka panjang untuk lingkungan.
Kesadaran kolektif dari masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah sangat dibutuhkan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Upaya bersama akan memberikan dampak yang lebih signifikan.
Dengan upaya berkelanjutan, ekosistem pesisir Surabaya, khususnya Wonorejo, dapat pulih. Pemulihan ini akan memberikan manfaat ekologis serta ekonomis bagi masyarakat setempat. Lingkungan yang terjaga akan mendukung kehidupan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews