WNA Rusia mengamuk hendak membakar bendera merah putih
Warga negara Rusia itu marah karena ketidakpuasan pelayanan pemandu wisata di Bukit Lawang.
Kepolisian Resor Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memeriksa warga negara Rusia yang diduga menghina lambang negara bendera Merah Putih. Warga negara Rusia ini bernama Mickael Chervikop (27) dan ibunya Olga sebelumnya melakukan aktivitas tracking di Bukit Lawang Bahorok mempergunakan pemandu wisata setempat.
Pada Selasa (29/3), guide mengajak kembali ke Bukit Lawang, padahal mereka berdua belum merasa puas untuk kembali menikmati suasana Bukit Lawang. Warga negara Rusia inipun marah karena ketidakpuasan pelayanan pemandu wisata di Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, yang saat itu dipergunakan warga Rusia ini untuk memandu wisata traking di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Mereka marah, dan konon menarik bendera Merah Putih yang ada di perkantoran HPI Bahorok dan ingin membakarnya.
"Kita gelar perkara melibatkan penyidik Poldasu juga namun belum didapat temuan tentang penghinaan terhadap lambang negara ini," kata Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro, di Stabat, Rabu (30/3).
"Masih belum terpenuhi cukup unsur warga negara Rusia Mickael Chervikop, menodai, menghina, lambang negara yaitu bendera Merah Putih" sambung Dwi.
Dwi Asmoro juga menegaskan dari penyelidikan ini selanjutnya kasusnya diserahkan kepada Imigrasi Medan, untuk ditindak lanjuti segera.
Herawan Sukoaji, petugas Imigrasi Medan menjelaskan warga Rusia ini datang melalui bandara Soekarno-Hatta mendarat di bandara Kuala Namu Internasional Airport, lalu menuju beberapa kawasan wisata di Sumatera Utara, dan terakhir ke Bukit Lawang Bahorok.
"Kita akan lanjutkan penyelidikan di imigrasi bila nanti ditemukan unsur lain maka warga Rusia ini akan segera kita deportasi ke negara asalnya," pungkasnya dikutip dari Antara.(mdk/cob)