WNA di RI Positif Covid-19 Hampir Tembus 2.000 Orang, 18 Meninggal
Sementara itu, 180 WNA sedang menjalani perawatan maupun isolasi akibat terinfeksi Covid-19. Bertambah enam dari data sebelumnya masih 174 WNA dirawat atau diisolasi.
Jumlah warga negara asing (WNA) yang positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Data Jumat (14/5), masih 1.944 WNA positif terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.
Hari ini, Sabtu (15/5), naik menjadi 1.959 orang. Ini menunjukkan, ada penambahan 15 kasus WNA positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga hari ini pukul 08.00 Wib.
Dari total 1.959 WNA positif Covid-19, 1.761 di antaranya sudah sembuh dan 18 WNA meninggal dunia. Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah sembilan dari data sebelumnya hanya 1.752 orang, sedangkan kasus kematian tidak mengalami peningkatan.
Sementara itu, 180 WNA sedang menjalani perawatan maupun isolasi akibat terinfeksi Covid-19. Bertambah enam dari data sebelumnya masih 174 WNA dirawat atau diisolasi.
Demikian laporan Kementerian Kesehatan melalui covid19.go.id, Sabtu (15/5). Kementerian Kesehatan juga mencatat, 26 WNA berstatus suspek, 640 kontak erat dan 337 telah direpatriasi atau dikembalikan ke negara asalnya terkait virus asal Wuhan, China itu.
Berdasarkan peta sebaran, DKI Jakarta menyumbang kasus WNA positif Covid-19 terbanyak di Indonesia yakni sebanyak 195 orang. Kemudian disusul provinsi Bali dan Sumatera Barat.
Sementara provinsi yang mengontribusi kasus WNA kontak erat dengan Covid-19 tertinggi adalah Aceh yakni 106 orang. Disusul DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Bali dan Jawa Barat.
Baca juga:
Pakar: Lepas Masker di AS Hasil Penelitian Vaksin yang Berbeda dengan Indonesia
Sebaran Kasus Positif Covid-19 di 34 Provinsi Indonesia 14 Mei 2021
Polisi Rapid Test Acak 1.178 Pemudik di Lampung, 3 Dinyatakan Positif Covid-19
Deteksi Mutasi Virus Corona, Satgas Bangka Barat Imbau Warga Tak Tolak Rapid Test
Update Positif Covid-19 di Indonesia per 14 Mei 2021
Wapres: Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Mengurangi Mobilitas