WN Malaysia ketahuan pakai KTP palsu saat sebut kata 'pusing'
Warga negara Malaysia, Mohd Razib Bin Mohd Noor (63), ketahuan menggunakan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu karena logatnya yang sangat kental. Pilihan kata yang digunakan juga membuat aksinya ketahuan. Saat mengajukan permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jalan Gatot Subro.
Warga negara Malaysia, Mohd Razib Bin Mohd Noor (63), ketahuan menggunakan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu karena logatnya yang sangat kental. Pilihan kata yang digunakan juga membuat aksinya ketahuan.
Saat mengajukan permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan sekitar dua pekan lalu, Razib diwawancarai petugas. Saat ditanya pekerjaannya, dia mengaku wiraswasta, jual pakaian.
Pertanyaan selanjutnya memunculkan kecurigaan. "Yaitu ketika petugas bertanya bagaimana yang bersangkutan menjajakan pakaian jualannya? Dia bilang menggunakan motorbike, pusing-pusing," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kabid Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Petrus Teguh, Selasa (11/10).
Logat dan kata-kata tak lazim yang dipakai Razib membuat petugas curiga. Petugas wawancara kemudian menyampaikan ke Bagian Wasdakim.
Petugas wawancara Wasdakim menanyakan nama presiden-presiden Indonesia, Razib tidak tahu. Begitu pula saat dia diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya.
"Kemudian didapati bahwa yang bersangkutan adalah warga negara Malaysia. Hal ini pun akhirnya diakuinya dengan menunjukkan paspor asli," sebut Petrus.
Setelah diselidiki lebih lanjut, Razib ternyata merupakan salah seorang pejabat perusahaan swasta nasional Indonesia. "Jabatannya General Manager," jelas Petrus.
Setelah aksinya ketahuan, Razib diamankan. Dia dimasukkan ke ruang detensi. "Kemudian kami lakukan proses penyidikan. Saat ini yang bersangkutan sudah dikirim ke Rutan Tanjung Gusta," tegas Petrus.(mdk/did)