Wisatawan dan nelayan diminta tak mendekati Gunung Krakatau
Dia mengingatkan semua pihak, terutama nelayan dan wisatawan, bahwa Gunung Anak Krakatau adalah gunung api aktif dan aktivitasnya fluktuatif.
Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau Lampung mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih normal, namun berstatus waspada atau level dua. Sehingga para nelayan dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius dua kilometer dari gunung api tersebut.
"Agak sering terjadi tremor. Kemarin terjadi letusan 227 kali, namun kondisinya masih level dua atau waspada," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi seperti dilansir dari Antara, Sabtu (4/8).
Dia mengingatkan semua pihak, terutama nelayan dan wisatawan, bahwa Gunung Anak Krakatau adalah gunung api aktif dan aktivitasnya fluktuatif.
"Karena itu, sejak minggu lalu dikeluarkan peringatan agar Gunung Anak Krakatau tidak didekati dalam radius 2 kilometer, sedang sebelumnya hanya dalam satu kilometer," jelasnya.
Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat normal, Andi kembali mengingatkan bahwa kondisi gunung api aktif itu sulit diprediksi.
Sehubungan itu, para nelayan dan wisatawan diminta untuk tetap mematuhi larangan, yakni tidak mendekati gunung api aktif di Selat Sunda itu.
Baca juga:
Gunung Anak Krakatau meletus 56 kali, status tetap waspada
Gunung Anak Krakatau semburkan abu vulkanik dan pasir
KPK kembali periksa Dirut PT Krakatau Industrial terkait suap proyek Transmart
Menyusuri perjalanan dari Pantai Sari Ringgung hingga Anak Krakatau
Serunya berpetualang mendaki Gunung Anak Krakatau
8 Kali gempa vulkanik Anak Krakatau, wisatawan dilarang mendekat