LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto sebut pemilihan Marsekal Hadi jadi panglima TNI objektif, jangan diributkan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta penggantian Panglima TNI tidak diributkan. Wiranto berpandangan, penggantian pucuk pimpinan TNI adalah bentuk regenerasi.

2017-12-06 21:05:21
Calon Panglima TNI baru
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta penggantian Panglima TNI tidak diributkan. Wiranto berpandangan, penggantian pucuk pimpinan TNI adalah bentuk regenerasi.

"Saya sampaikan di sini karena saya juga bekas Panglima TNI, bahwa penggantian Panglima TNI itu adalah hal yang biasa apalagi Panglima TNI yang sekarang ini akan memasuki usia pensiun. Sehingga mau tidak mau akan ada penggantian, dan itu tidak perlu diributkan karena penggantian itu adalah kewenangan presiden," katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Wiranto juga melihat penggantian Panglima TNI kali ini sangat objektif. Jokowi, kata dia, menggunakan pendekatan leadership sebelum menunjuk Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI.

"Kita bicara kapasitas, bicara kompetensi, bicara leadership. Jangan sampai kemudian ada anggapan nanti bahwa Panglima TNI itu dari Angkatan Udara berarti orientasi pembangunan kekuatan TNI itu Angkatan Udara, bukan begitu. Atau nanti suatu saat Panglima TNI itu Angkatan Laut, maka nanti heavy-nya orientasi pembangunan kekuatan TNI adalah Angkatan Laut, bukan," ujar dia.

"Tetapi kita melihat bahwa setiap Kepala Staf Angkatan itu sudah dianggap mempunyai kemampuan leadership, kemampuan manajerial yang sama. Sedangkan untuk pembangunan kekuatan, matra, itu sudah ditentukan dalam renstra. Jadi tidak mungkin seorang Panglima ngarang sendiri, tidak mungkin," imbuhnya.

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) RI ini juga menepis dugaan bahwa penunjukan Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI berdasarkan angkatan. Setiap kepala staf angkatan berhak mendapat kursi utama TNI asalkan memenuhi syarat.

"Tidak harus kemudian urut kacang, urut angkatan. Tidak. Karena setelah perwira tinggi, apalagi calonnya kan dari Kepala Staf Angkatan, itu pendekatannya, pendekatan leadership," ucap Wiranto.

Hadi Tjahjanto disetujui DPR RI untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada 1 April 2018. Keputusan itu diambil setelah Hadi menjalani fit and proper test di Komisi I DPR RI pada Rabu tadi pagi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengirimkan surat kepada DPR melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Surat yang dikirim pada Senin (4/12) itu berisi usulan nama Hadi sebagai calon tunggal Panglima TNI baru.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.