Wiranto Ingatkan Massa Aksi Mujahid 212 Tak Mudah Terprovokasi
Dia pun meminta, jangan ada pihak yang mencoba menyamarkan informasi yang diberikannya.
Gelombang aksi memprotes kebijakan pemerintah Joko Widodo atau Jokowi kembali akan digulirkan. Adapun aksi bertajuk aksi mujahid 212 selamatkan NKRI akan digelar di depan Istana, Sabtu 28 September besok.
Menko Polhukam Wiranto enggan menuduh bahwa aksi tersebut, seperti yang disampaikan sebelumnya, ada sekelompok aksi yang menggerakkan Islam garis keras.
"Saya tidak menuduh, tapi ini informasi intelijen yang saya terima. Hanya memperingatkan mungkin akan dilibatkan. Ini bukan saya menuduh organisasi itu. Ada tukang ojek, paramedis, organisasi Islam. Bukan saya tuduh mereka itu radikal," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (27/9).
Dia menuturkan, bahwa organisasi-organisasi tersebut akan dimanfaatkan oleh kelompok lain. "Ada kelompok lain, yang akan memanfaatkan dari teman-teman ini. Apakah tukang ojek ataukah kelompok Islam garis keras, apalagi pelajar itu sudah dimanfaatkan mereka," ungkap Wiranto.
Dia pun meminta, jangan ada pihak yang mencoba menyamarkan informasi yang diberikannya.
"Jadi harus jelas, jangan sampai dipelintir, saya diaduk-adu lagi sama ya teman-teman kelompok Islam dan sebagainya. Tidak ada ya tuduh menuduh, tidak ada. Tapi ada informasi, saya sampaikan ini loh ada kelompok baru yang akan mencoba demonstrasi itu dengan memanfaatkan teman-teman yang saya sebutkan tadi. Jangan keliru," pungkasnya.
Wiranto pun mengingatkan agar jangan terpengaruh jika ada pihak-pihak yang ingin memprovokasi untuk mengadu domba.
"Sudah bolak balik dikatakan, jangan terpengaruh, jangan terpengaruh hasutan, himbauan provokasi, adu domba, karena apa? Permintaan dari adik-adik mahasiswa yang sudah demonstrasi duluan, kan sudah diakomodasi," kata Wiranto di kantornya, Jumat (27/9).
Dia pun menuturkan, bahwa pihak pemerintah terus berupaya agar berdialog dengan para mahasiswa.
"Bahkan sekarang sudah akan diatur dialog dengan Presiden kan. Itu merupakan suatu kehormatan. Itu satu upaya untuk adanya komunikasi timbal balik antara mahasiswa dengan pemerintah, tatkala itu sudah dipenuhi ya atau dalam proses dialog ya," ungkap Wiranto.
Dia pun menjelaskan ucapannya soal ada kelompok-kelompok yang akan menunggangi. Itu bukan tuduhan, tapi meminta jangan sampai terpengaruh.
"Jangan sampai teman-teman kita ini, yang saya sebutkan (tukang ojek, kelompok islam, paramedis, buruh) itu kemudian dipengaruhi dan kemudian melaksanakan demonstrasi yang tujuannya enggak jelas sebenarnya," ungkap Wiranto.
Menurutnya, aksi turun ke jalan, yang membuat rusuh, itu mengganggu masyarakat. "Kita mengerti kalau demo itu langsung mengganggu kehidupan masyarakat, mengganggu kenyamanan masyarakat. jalan-jalan ditutup, mungkin ada pembakaran-pembakaran, orang jadi khawatir keluar. Ini semua kan mengganggu aktivitas masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Baca juga:
Aksi Mujahid 212 Usung 4 Isu, dari Aksi Represif Polisi saat Demo Hingga Papua
Wiranto Minta Publik Tak Berspekulasi soal Penyebab 2 Mahasiswa Kendari Tewas
Bamsoet Soal Dua Mahasiswa Kendari Tewas saat Demo: DPR Ikut Bertanggungjawab
TNI dan Polri akan Pasang Badan Hadapi Penjegal Pelantikan Jokowi
2 Mahasiswa Kendari Tewas, Komisi III Minta Jokowi Copot Wiranto
Panglima TNI: Siapapun Berniat Gagalkan Pelantikan Presiden, Berhadapan Dengan TNI