Wiranto: Indonesia saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan
Menurutnya, saat ini ada yang mengingkari kebhinekaan. Beruntung, masih banyak pihak-pihak yang terus mengupayakan terjaganya keberagaman. Seperti halnya acara pertemuan yang berkomitmen untuk menjaga keberagaman di seluruh Indonesia yang dihadirinya ini.
Menko Polhukam Wiranto menegaskan saat ini kondisi Indonesia begitu memprihatinkan. Sebab ada beberapa pihak yang menolak kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa ini.
"Saat ini bangsa kita menghadapi kondisi yang agak mengkhawatirkan, terutama adanya, munculnya kehendak-kehendak yang mengingkari adanya kebhinekaan yang menjadi kekuatan Bangsa Indonesia," kata Wiranto di sela pembukaan Rapat Kerja Nasinonal Dewan Kota Seluruh Indonesia di Kuta, Bali, Rabu (26/4).
Beruntung, kata dia, masih banyak pihak-pihak yang terus mengupayakan terjaganya keberagaman. Seperti halnya acara pertemuan yang berkomitmen untuk menjaga keberagaman di seluruh Indonesia yang dihadirinya ini.
"Tema yang diangkat sangat strategis dan sangat penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara kita, yakni adanya suatu kepedulian untuk merawat kebhinekaan kita untuk menuju keadilan sosial," katanya.
Wiranto di Bali ©2017 Merdeka.com
Jika hal tersebut terus disuarakan, Wiranto percaya hal itu dapat mengeliminasi konflik-konflik yang timbul di daerah.
"Kalau ini terus disuarakan oleh teman-teman DPRD, maka substansi itu akan menjadi sangat kuat untuk mendorong mereka melaksanakan satu kinerja di daerah, yang intinya adalah bisa mengeliminasi konflik-konflik sosial yang terjadi saat ini," tegasnya.
Menurut dia, kebhinekaan mesti dirawat sebagai wujud persatuan nasional. "Apakah itu karena perbedaan agama, suku, beda kelas sosial. Ini bisa direduksi tatkala pemahaman terhadap kebhinekaan itu bisa dipahami oleh teman-teman dari DPRD," katanya.
Baca juga:
Yuddy Chrisnandi: Ukraina negara yang jamin kebebasan beragama
Masyarakat diminta waspada atas upaya pecah belah NKRI
Panglima TNI: Waspadai kelompok yang merasa paling benar sendiri
Kepala BNPT sebut paham radikal mudah menyasar lembaga pendidikan
Lindungi perempuan dari doktrin sesat kelompok radikal