LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto: Daripada dijarah buka Minimarket, barang yang diambil kita ganti uang

Menko Polhukam Wiranto, mengatakan, untuk mengantisipasi penjarahan liar, pihaknya membiarkan masyarakat mengambil makanan dan minuman di sejumlah toko. Dimana, akan langsung dibayar oleh pihak pemerintah.

2018-10-01 21:20:08
Gempa
Advertisement

Menko Polhukam Wiranto, mengatakan, untuk mengantisipasi penjarahan liar, pihaknya membiarkan masyarakat mengambil makanan dan minuman di sejumlah toko. Dimana, akan langsung dibayar oleh pihak pemerintah.

"Pada saat kita rapat, kita bijaksanakan bahwa Mendagri, BNPB, Gubernur, ada saya, Kapolda, Pangdam, Panglima TNI, maka kita bijaksanakan. Bahwa lebik baik daripada penjarahan liar, lebih baik kita buka saja minimarket itu diambil barangnya, diganti barangnya dengan uang," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (1/10).

Meski sudah memberlakukan kebijakan tersebut, dia tak menampik penjarahan liar akan terjadi. "Kemungkinan ada, sangat ada, Tapi sementara ini kebijaksanaan kita begitu," ungkap Wiranto.

Advertisement

Namun, dia menolak, kebijakan yang dilakukan pihaknya, yang membuat masyarakat mengambil makanan dan minuman disebut dengan penjarahan. Wiranto menegaskan, pihaknya akan mengecek soal penjarahan liar yang terjadi.

"Sehingga istilah penjarahan itu kurang tepat. Karena akan dibayar. Hanya memang beberapa tempat barangkali. Saya belum dapat laporan ada yang liar. Ini yang akan kita akan cek, akan kita atur kembali," pungkasnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyayangkan tindakan pengambilan barang yang dilakukan masyarakat terhadap toko-toko ritel di Palu dan Donggala. Mereka mencatat, hingga saat ini telah terjadi pengambilan barang oleh masyarakat di 40 gerai Alfamart dan 1 gerai Hypermart di Kota Palu.

Advertisement

Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey menyayangkan sikap pemerintah seperti itu. Menurutnya, ini tidak mendidik masyarakat. Selain itu, pemerintah seolah-olah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bertindak diluar tata krama, moral, etika, multi tafsir dan kurang berbudaya.

"Kami peritel modern telah turut pula selama ini memberikan kontribusi bagi kemajuan dan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta selalu hadir dalam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat seperti saat terjadi kejadian serupa (gempa bumi) di Lombok, Yogya, Padang, Aceh, dan lain-lain," tandasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Rabu, pimpinan MPR-DPR-DPD kunjungi korban gempa Sulteng
Ribuan pegawai Pemkot Bekasi salat ghaib dan galang dana korban gempa Palu
Kementerian Sosial kirim 6 mobil dapur umum ke Palu dan Donggala
Menko Polhukam ungkap bantuan-bantuan yang dibutuhkan dari negara asing
Rawan penjarahan, 17 truk angkut logistik asal Kaltim tertahan di pelabuhan Palu
Tak bisa dipulangkan, Brigadir Sukamiarta dikubur massal di Palu
Mendagri larang kampanye di Palu, tapi persilakan parpol membantu

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.