Waspada, Kasus Covid-19 Terus Meningkat Sejak Awal 2022
Kasus Covid awal tahun ini, terbilang paling tinggi sejak dua bulan lalu. Tepatnya pada 17 November 2021, kasus Covid-19 harian mencapai 522. Setelah itu terus menurun.
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat sejak 3 Januari 2022. Kenaikannya lebih dari 250 kasus per hari. Bahkan, pada Kamis (6/1), penambahan kasus Covid-19 menembus 533 dalam sehari.
Padahal, kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu sempat menyentuh angka terendah selama pandemi Covid-19, yakni hanya 92 pada 26 Desember 2021.
Pada hari ini, Minggu (9/1), kasus Covid-19 bertambah 519 berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 255.882 spesimen dari 177.213 orang. Pemeriksaan dilakukan dalam 24 jam terakhir hingga hari ini pukul 12.00 WIB.
Kasus Covid awal tahun ini, terbilang paling tinggi sejak dua bulan lalu. Tepatnya pada 17 November 2021, kasus Covid-19 harian mencapai 522. Setelah itu terus menurun.
Baca juga:
10 Petugas Lab Bandara Soekarno-Hatta Positif Omicron
Di Tengah Ancaman Omicron, Warga Ramai Kunjungi Taman Puring
Usai Temuan 1 Warga Suspek Omicron, 35 Warga Krukut Positif Covid-19
Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 4.266.195. Laporan Kementerian Kesehatan, dari 34 provinsi di Indonesia, 20 provinsi mencatat kenaikan kasus Covid-19 hari ini. Sementara 14 provinsi tidak mengalami peningkatan.
Ibu kota DKI Jakarta menyumbang kasus Covid-19 tertinggi yakni 393. Kemudian disusul Kepulauan Riau 24, Jawa Barat 21, dan Banten 21. DKI Jakarta mengontribusi kasus Covid-19 tertinggi sejak 30 Desember 2021.
Dari total 4.266.195 kasus positif Covid-19 di Indonesia, sebanyak 144.129 meninggal dunia. Meningkat 2 dari data kemarin 144.127 orang meninggal karena virus SARS-CoV-2 itu.
Pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah, yakni 211 sehingga total kumulatif menjadi 4.115.958. Kasus aktif Covid-19 ikut meningkat, data kemarin masih 5.792, kini menjadi 6.108. Bertambah 316 kasus aktif Covid-19.
Waspada Gelombang Tiga
Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap kemungkinan munculnya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Peringatan ini menyusul terus meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia.
"Tentu kita harus waspada kemungkinan munculnya gelombang berikutnya yang akan muncul seiring dengan meluasnya varian baru Omicron," katanya dalam konferensi pers, Rabu (29/12).
Awal Tahun Kasus Terus Naik
Sementara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan kasus Covid-19 nasional menurun sejak Juli 2021. Namun, pada pekan pertama Januari 2022 kasus Covid-19 naik menjadi 1.409, dari sebelumnya hanya 1.215.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 ini dikontribusikan oleh dua provinsi yang telah mengalami kenaikan selama empat minggu berturut-turut. Dua provinsi tersebut ialah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau.
"DKI Jakarta kasusnya terus meningkat dari 212 menjadi 254. Kemudian meningkat lagi menjadi 348, terakhir mencapai 526 kasus," jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/1).
Omicron di Jakarta
Sebanyak 36 warga Kelurahan Krukut Tamansari, Jakarta Barat terkonfirmasi Covid-19. Lurah Krukut Tamansari Ilham Nurkarin mengatakan, mereka tersebar di empat rukun tetangga (RT) di rukun warga (RW) 2 wilayahnya.
"Sekarang sudah ada empat RT di wilayah RW 2 ditetapkan sebagai zona merah. Perkembangannya sekarang ada 36 kasus, 35 sudah dibawa ke Rumah Sakit Wisma Atlet. Satu orang lagi dirujuk ke RS Pelni Tanjung Duren, karena dia dalam posisi lahiran jadi dibedakan," papar Ilham ketika dihubungi, Minggu (9/1).
Temuan ini usai salah satu warga Krukut (dari 36 itu) terkonfirmasi Covid-19 suspek Omicron. Saat ini sampel masih dalam penelitian.
Ilham menyatakan, berdasarkan info dari Kepala Puskesmas Tamansari, pasien tersebut dinyatakan sebagai suspek kasus Omicron.
Kendati begitu, 35 warga yang dinyatakan positif Corona belum bisa dipastikan apakah terinfeksi varian Omicron atau bukan. Menurut Ilham, gejala yang dialami warganya tak menunjukan gejala berat.
"Gejala-gejalanya sih enggak terlalu berat, kebanyakan pilek, flu, sakit kepala. Tapi enggak ada yang sampai butuh bantuan oksigen, enggak sampai ke situ," terangnya.
Ilham menjelaskan, awalnya salah satu warganya ada yang terkonfirmasi Covid-19. Ilham menyatakan, berdasarkan info dari Kepala Puskesmas Tamansari pasien tersebut dinyatakan sebagai suspek kasus Omicron.
Mikro Lockdown
Kebijakan mikro lockdown diberlakukan lokasi tersebut. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo menerangkan, Satgas Covid-19 tingkat Kota Jakarta Barat menerapkan mikro lockdown sejak Sabtu 8 Januari 2022. Demi mengurangi mobilitas masyarakat di lingkungan RW 002.
"Kita sudah aktifkan hari Sabtu lalu pembatasan mobilitas, testing, tracing dan treatment juga sudah kita lakukan. Kita berlakukan mikro lockdown sesuai perkembangan situasi," kata dia.
Petugas Lab Bandara Soekarno-Hatta
Kementerian Kesehatan melaporkan 10 petugas laboratorium Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, positif Covid-19 varian Omicron. Hal ini diketahui berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang keluar pada Sabtu (8/1) dan hari ini Minggu (9/1).
"Sudah 10 (petugas laboratorium) positif Omicron," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi saat dihubungi, Minggu (9/1).
Sebanyak 18 petugas Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 14 di antaranya merupakan petugas laboratorium dan 4 lain petugas administrasi.
Saat ini, seluruh petugas menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut Nadia, petugas laboratorium ini tertular Omicron dari pelaku perjalanan luar negeri.
"Penularan Omicron bisa terjadi pada nakes yang sudah memiliki pencegahan infeksi," ujarnya.
(mdk/rnd)