Warga Tasik Tertular Corona dari Klaster Wisata Papandayan Bertambah, Total 47 Orang
Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19, dikatakan Atang, dijemput dari rumahnya masing-masing pagi tadi menggunakan 12 ambulans milik 12 puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya.
Puluhan warga Puspashiang, Kabupaten Tasikmalaya yang terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (11/3) pagi dijemput petugas kesehatan dari rumahnya masing-masing menggunakan belasan ambulans. Mereka yang dijemput adalah anggota kelompok senam sehat yang sempat wisata ke gunung Papandayan, Kabupaten Garut beserta keluarganya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi menyebut bahwa terjadi penambahan kasus warga Kabupaten Tasikmalaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster wisata Papandayan. Sebelumnya, jumlah warga yang terpapar diketahui berjumlah 21 orang.
"Jadi 47 orang jumlah yang positif dari sebagian. Mungkin ada penambahan, jadi mungkin saja nantinya bakal ada penambahan. Itu hasil tracing yang anggota klub senam dan keluarganya. Yang diswab sudah banyak," sebutnya, Kamis.
Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19, dikatakan Atang, dijemput dari rumahnya masing-masing pagi tadi menggunakan 12 ambulans milik 12 puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya.
"Alhamdulillah paguyuban ambulans pengurusnya solid. Mereka membantu, karena akan memang kewalahan kalau ditangani oleh satu dua ambulans di puskesmas. Itu tidak bakalan bisa dengan segera cepat gitu kan, jadi mereka membantu," katanya.
Semua warga Puspahiang yang terkonfirmasi positif, menurut Atang dibawa ke Asrama Haji. Karena beberapa diantara mereka ada yang sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya, pihaknya pun melakukan skrining saat mereka tiba di Asrama Haji.
Hasil skrining, dijelaskan Atang, setidaknya pihaknya memulangkan 3 orang warga karena sudah menyelesaikan masa isolasinya. Dengan begitu, saat ini di Asrama Haji terdapat 44 orang warga Puspahiang dari klaster wisata Papandayan.
"Ada juga warga yang sudah isolasi 5 hari, 8 hari, 9 hari. Nantinya tentu akan menyesuaikan," jelasnya.
Ia memastikan bahwa Asrama Haji yang menjadi tempat isolasi sudah dilengkapi segala kebutuhan warga dan bisa menampung warga yang terpapar Covid-19 dari Puspahiang. Atang bahkan mengklaim bahwa fasilitas tempat isolasi layaknya hotel berbintang.
Baca juga:
Epidemiolog: Sulit Buktikan Kasus Corona B117 di Indonesia dari Kepulangan WNI
Ini Alasan Indonesia Beli Vaksin Covid-19 dari Banyak Negara
Varian Baru Virus Corona Masuk ke Balikpapan, Dibawa TKI Arab Saudi
Sudah Tiba di Indonesia, Intip Deretan Fakta Vaksin AstraZeneca
Penelitian: Virus Corona Varian Inggris 30 Sampai 100 Persen Lebih Mematikan
Kasus Kematian Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit di Brasil Terancam Kolaps