Warga Sumsel temukan puluhan keramik kuno saat tanam kunyit
Sejauh ini, setidaknya ada banyak jenis barang temuan. Yakni, enam guci, satu piring besar, lima buah piring kecil, dua mangkuk besar, dan delapan mangkuk kecil.
Warga Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan penemuan puluhan keramik kuno saat menanam kunyit. Penemuan ini menambah daftar barang-barang zaman tempo dulu yang ditemukan di provinsi itu.
Orang yang pertama kali menemukan adalah Almina (65) saat menggali halaman rumahnya dengan tujuan menanam kunyit belum lama ini. Lantaran merasa ada benda yang keras saat digali, dia pun membersihkan dengan tangan di bagian tanah tersebut.
Ternyata, benda keras itu adalah mangkuk berpola kuno. Mengetahui ada temuan barang tersebut, warga kompak melakukan penggalian. Alhasil, ditemukan lagi sejumlah barang-barang yang belum diketahui sejak kapan tertimbun di desa itu.
Sejauh ini, setidaknya ada banyak jenis barang temuan. Yakni, enam guci, satu piring besar, lima buah piring kecil, dua mangkuk besar, dan delapan mangkuk kecil. Seluruh barang-barang itu masih disimpan di rumah warga sambil menunggu pemerintah setempat mengeceknya.
Camat Abab, Arpan Manaman, mengatakan, penemuan barang kuno itu telah dilaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PALI. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang usia dan buatan benda-benda itu.
"Sudah kita laporkan ke Pemkab, dalam waktu dekat akan datang ke desa untuk mengecek informasi itu," ungkap Arpan, Selasa (10/10).
Menurut dia, penemuan itu bukan pertama kali terjadi di sekitar kecamatan Abab. Beberapa tahun lalu, warga juga menemukan hal serupa yang diduga barang antik.
"Nanti bakal dicocokkan dengan penemuan dulu dengan sekarang. Untuk warga kami imbau bisa menyerahkan ke pemerintah agar bisa diselidiki," ujarnya.
Sebelumnya, warga Ogan Komering Ilir juga menemukan ratusan benda kuno yang diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya di lahan bekas kebakaran. Bahkan, warga telah menjualnya karena mayoritas berbahan emas.