Warga Selopanggung minta pemerintah bangun monumen Tan Malaka
Tan Malaka merupakan pahlawan nasional. Gelar itu diberikan Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.
Warga Kediri mendesak Pemkab Kediri dan Kementerian Sosial serius mengenai makam pahlawan nasional Tan Malaka . Sebab, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil penelitian sejarawan Belanda, Harry A Poeze, sudah dapat dipastikan makam Tan Malaka berada di Desa Selopanggung, Kediri.
"Penelitian sudah jelas, siapa, kapan, di mana yang dilakukan oleh para peneliti. Pemeriksaan DNA oleh tim forensik juga sudah. Warga di sini ingin kepastian dari pemerintah," kata Zairi (50) mantan Kepala Desa Selopanggung, Jumat (21/2).
Zairi selama ini ikut serta membantu penelusuran tentang makam Tan Malaka . Zairi berharap pemerintah segera membangun monumen Tan Malaka di desanya.
Sebab, Tan Malaka merupakan pahlawan nasional. Gelar itu diberikan Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.
"Siapapun beliau (golongan kiri atau bukan) adalah pahlawan nasional. Oleh karena itu kita masih ingat semboyan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya," tegas Zairi.
Tan Malaka ditangkap Letda Sukotjo dan anak buah di Desa Selopanggung. Saat penangkapan terjadi, para pengawal kabur meninggalkan Tan Malaka yang saat itu kakinya tengah terluka dan kesulitan untuk berjalan. Sukotjo lantas memerintahkan anak buahnya, Suradi Tekebek untuk menembak mati Tan Malaka pada 21 Februari 1949.
Baca juga:
Misteri kematian Tan Malaka, antara Petok atau Selopanggung
Kisah Tan Malaka ditangkap atas restu Rp 100 ribu dari Soekarno
Kisah Tan Malaka dapat surat wasiat Soekarno buat jadi presiden
Hari ini, 65 tahun lalu Tan Malaka ditembak mati tentara
Menelusuri perjalanan panjang Tan Malaka di Kediri