LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Samarinda resah banyak orang gila berkeliaran di jalan

PNS Disnakertrans Kalimantan Timur, Muhammad Riharja (38) meregang nyawa usai dihantam palu pria diduga stres, Sarifuddin (52), Senin (16/7) kemarin. Akibat peristiwa tersebut, warga resah banyak orang gila berseliweran. Warga meminta Pemkot lebih intens melakukan sweeping.

2018-07-17 11:36:39
Gangguan Jiwa
Advertisement

PNS Disnakertrans Kalimantan Timur, Muhammad Riharja (38) meregang nyawa usai dihantam palu pria diduga stres, Sarifuddin (52), Senin (16/7) kemarin. Akibat peristiwa tersebut, warga resah banyak orang gila berseliweran. Warga meminta Pemkot lebih intens melakukan sweeping.

"Faktanya bahwa orang gila ini, baik laki-laki atau perempuan, tidak sedikit seliweran di jalan," kata M Idris (40), warga Jalan Dr Soetomo kepada merdeka.com, Selasa (17/7).

Idris menerangkan, meski jarang terlihat menganggu pengguna jalan, namun imbas dari kejadian yang menimpa Riharja, jadi pembelajaran berharga. Warga pun jadi was-was.

Advertisement

"Khawatir pasti. Orang gila itu, bisa sewaktu-waktu mengganggu pengguna jalan. Yang kejadian kemarin itu, siapa sangka pelaku bawa palu, memukulkan palu ke kepala pengguna jalan sampai akhirnya meninggal," ujar Idris.

Warga lainnya, karyawati swasta Indriyati (32) yang tinggal di Jalan Sentosa, ikut merasa resah. "Jelas takut Pak. Saya antar anak ke sekolah pagi, jemput siang. Ada di beberapa jalan, saya lihat orang gila. Jadi ingat kejadian kemarin itu, khawatir kalau lagi jalan Pak," ungkap Indriyati.

Sementara, dikonfirmasi merdeka.com, Kasi Operasi Satpol PP Kota Samarinda Teguh Setiawardhana mengatakan, insiden tewasnya PNS Disnakertrans Kaltim itu menjadi atensi khusus Pemkot.

Advertisement

Satpol PP sebagai penegak Perda, menurut Teguh, rutin merazia gelandangan pengemis, hingga orang tak waras yang berseliweran di jalanan.

"Begitu orang tak waras kita amankan, paling tidak sekitar lima hari. Kami juga keterbatasan anggaran untuk memberi makan. Lalu, kami bawa ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Mahakam), tapi dipulangkan lagi 1-2 hari kemudian," ujar Teguh.

"Pak Wali Kota instruksi hari ini untuk razia orang tak waras di jalanan. Kita koordinasi khusus banyak pihak, mulai dari Kesra, Dinas Sosial. Ini untuk menjawab ketidaknyamanan warga terkait orang gila di jalanan. Terlebih setelah kejadian kemarin itu," demikian Teguh.

Keterangan diperoleh merdeka.com, jenazah Muhammad Riharja, pagi tadi diterbangkan ke Tarakan, Kalimantan Utara, untuk dimakamkan. Senin (16/7) malam kemarin, istri Riharja yang sedang pendidikan di Makassar, datang ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie Samarinda, mendampingi jenazah suaminya.

Baca juga:
Tembak pelaku yang hantam PNS Kaltim dengan palu, Kapolres tegaskan sesuai prosedur
Kronologi PNS Kaltim tewas setelah empat kali dihantam palu
Bikin resah, orang gangguan jiwa kerap ganggu warga di Putussibau
Warga Kalbar resah banyak orang dengan gangguan jiwa berkeliaran di jalan
Wara wiri depan pintu masuk Polda Kalbar, ibu ini diamankan polisi
Polisi pastikan cerita Nining 1,5 tahun tenggelam di Pelabuhan Ratu rekayasa

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.