LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Rusun Penjaringan: Wah kirain anak Pak SBY, tahunya pak Djarot

Warga Rusun Penjaringan: Wah kirain anak pak SBY, tahunya pak Djarot. Menanggapi hal tersebut, Djarot mengaku tidak masalah. "Nggak apa-apa, biarin aja," kata Djarot. Tak cuma warga yang mengidolakan Agus, di lokasi juga terpasang spanduk mendukung pasangan Agus-Sylvi.

2016-11-19 14:55:00
Ahok-Djarot
Advertisement

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat, berkeliling ke sejumlah perkampungan di Jakarta. Ada kejadian lucu saat Djarot mendatangi di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara.

Seorang warga bernama, Yuli (19), lebih senang dengan sosok cagub DKI nomor urut 1, Agus Yudhoyono, karena wajahnya yang tampan.

"Wah kirain anak pak SBY, tahunya pak Djarot. Coba dia (Agus) Yudhoyono, ganteng banget," ujar Yuli ketika ditemui merdeka.com, di lokasi, Sabtu (19/11).

Yuli mengatakan, meskipun Agus belum memiliki bukti dan juga pengalaman membangun Jakarta, Yuli tetap akan memilihnya. "Nggak apa-apa, kan kalau udah jadi bisa belajar," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Djarot mengaku tidak masalah. "Nggak apa-apa, biarin aja," kata Djarot.

Tak cuma warga yang mengidolakan Agus, di lokasi juga terpasang spanduk mendukung pasangan Agus-Sylvi.

"Biarin aja, yang pentingkan hatinya. Justru tadi banyak yang ajak foto kan," ujarnya Djarot sambil tersenyum.

Sebelum ke Rusun Penjaringan, Djarot mengawali blusukannya dengan bertemu para veteran di Hotel Dafam TerasKita. Di sana, dia menjelaskan makna kemerdekaan.

"Apakah kemerdekaan itu hanya milik golonganku saja? Kelompok kita saja? Agamaku saja? Saya katakan tidak. Kemerdekaan kita untuk seluruh bangsa indonesia. Karena itu kita harus menjaga betul. Sekarang kemerdekaan ada di tangan kita," ucap Djarot.

Djarot menambahkan, kemerdekaan diraih dengan harta benda, darah, bahkan nyawa. Oleh karena itu, kemerdekaan itu adalah untuk semua.

"Merdeka bukan gratisan yang turun dari langit. Tapi direbut dari pejuang. Dengan tetesan darah, nyawa dan harta benda," ucapnya.

"One for all, all for one, merdeka," sambung Djarot.

Dia meminta semua masyarakat Indonesia menjaga rasa kesatuan bangsa dan negara, dan jangan mudah dipecahbelahkan.

"Kita tidak mau didikte bangsa dan negara lain. Masa depan Indonesia ada di genggaman kita," pungkasnya.

Baca juga:
Relawan klaim status tersangka malah bikin Ahok banjir dukung
Djarot terharu lihat veteran usia 105 tahun: Nikmati hidup kong
Dari ormas betawi hingga selebriti dukung Ahok saat ditolak kampanye
Boy Sadikin, si darah biru yang kini jadi ancaman PDIP dan Ahok
Ahok minta warga aktif lapor masalah ibu kota lewat aplikasi Qlue
LSI sebut Ahok ditinggalkan pendukung karena kasus penistaan agama
Polisi sebut motif NS adang Djarot biar kampanye tak terlaksana

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.