Warga Riau ramai gunjing dugaan pelecehan seksual Annas Maamun
Menurut Syafril, tidak mungkin seorang wanita berani mengungkap kasus pencabulan kalau peristiwa itu benar-benar ada.
Gubernur Riau Annas Maamun atau yang biasa disebut-sebut Atuk Annas oleh masyarakat Riau, yang kini berusia 74 Tahun ini tengah menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Namun tidak hanya media sosial, hampir di seluruh kedai kopi di Riau juga membincangkan Atuk Annas.
Hal ini karena Wide Wirawaty putri kelima dari tokoh pendidikan Riau Soemardi Thaher, melaporkan Atuk Annas ke Mabes Polri dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan asusila. Berbagai macam komentar warga, ada yang tidak percaya, ada pula yang mengutuk perbuatan orang nomor satu di Riau itu.
"Saya kurang percaya kasus ini, karena tidak ada saksi, bisa saja ada unsur politiknya," ujar Anto warga Pekanbaru di sebuah warung kopi di Kulim, Pekanbaru, Selasa (2/9).
Menurut Anto, dalam dunia politik, sedikit saja ada seorang kepala daerah diterpa isu, itu akan dibesar-besarkan. "Tapi kita lihat saja nanti pembuktiannya di kepolisian, kan kasusnya sudah dilaporkan," kata Anto lagi.
Namun, Syafril, menimpali komentar Anto. Menurut Syafril, tidak mungkin seorang wanita berani mengungkap kasus pencabulan kalau peristiwa itu benar-benar tidak terjadi.
"Kalau kasus ini tidak benar, tidak mungkin Wide melaporkan kasus ini ke polisi, di sisi lain Wide juga harus menanggung malu akibat perbuatan yang dialaminya,"ketus Syafril.
Sedangkan Ully, seorang warga Kabupaten Indragiri Hulu, dalam status Blackberry Messengernya, tertulis, "waduh, Atuk Anas muncul di Televisi," tulis Ully di status BBM nya.
Baca juga:
Polri akan panggil korban pencabulan gubernur Riau Annas
Bantah lecehkan Wide,Gubernur Riau sumpah Alquran di depan istri
Sumpah Alquran warnai kasus dugaan pelecehan Gubernur Riau