LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Mukomuko dibuat pusing dengan serbuan lalat

Semakin hari jumlah lalat tersebut semakin banyak.

2016-05-10 13:01:35
pencemaran lingkungan
Advertisement

Serbuan lalat diduga berasal dari kolam limbah pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit di Mukomuko, Bengkulu membuat warga resah. Sebab, meski sudah dibunuh namun ribuan lalat itu tetap datang lagi ke rumah-rumah warga.

"Setiap hari kami membunuh lalat tetapi datang lagi lalat dalam jumlah besar sehingga sangat mengganggu," kata warga Desa Lubuk Sanai I, Kecamatan XIV Koto, Dian, di Mukomuko, dikutip dari Antara Selasa (10/5).

Dian menjelaskan, sudah sejak dua bulan terakhir ini banyak lalat di wilayahnya. Semakin hari jumlah lalat tersebut semakin banyak.

Menurutnya, kondisi serupa pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Tetapi bisa ditangani karena warga menyemprotkan racun ke lalat di kolam limbah pembuangan pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit.

"Lalat yang ada sekarang ini pun berasal dari kolam limbah pabrik tersebut," ujarnya.

Saat ini, kata Dian, dirinya hanya bisa menangani lalat yang berkeliaran di rumahnya saja, itu pun hanya bersifat sementara. Setelah itu lalat tersebut datang lagi.

Dia minta, pihak pabrik menyemprotkan racun ke lalat di kolam limbahnya. Agar lalat itu tidak mengganggu warga setempat.

"Karena lalat itu berasal dari kolam limbah pabrik tersebut, seharusnya pihak pabrik yang menyemprotkan racun," imbuh Dian.

Beruntung sampai sekarang belum ada warga terserang penyakit diare akibat memakan makanan yang dihinggapi lalat tersebut.

Baca juga:
Kondisi miris ribuan ton ikan mati di Danau Toba
1.000 ton ikan mati mendadak, petani rugi puluhan miliar
Ratusan ton ikan di Danau Toba mati akibat kekurangan oksigen
Jutaan ikan mati di Mimika, Freeport didesak umumkan hasil lab
Melihat seramnya sungai berapi di Australia
Warga Rejang Lebong minta pengelola Geothermal tak cemari sumber air
USAID dukung peningkatan sanitasi pengolahan limbah di Indonesia

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.