Warga Mesuji keluhkan banyak pemalak bersenjata di Jalintim Sumatera
Pelaku langsung merampas dompet berisikan STNK sepeda motor Honda Absolute Revo,ATM Bank Mandiri, SIM dan surat penting.
Aksi pemalak bersenjata api di sekitar Jalan Lintas Timur Sumatera perbatasan Lampung-Sumsel membuat resah masyarakat Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Dalam aksinya, kawanan pelaku pemalak bersenjata api tersebut mengincar korban para pengguna sepeda motor atau mobil yang sedang melintas di Jalintim Sumatera itu.
Salah satu korban, Sudarwanto mengungkapkan dirinya sempat dihadang oleh kawanan pemalak bersenjata api saat hendak pulang dari rumah saudaranya, yang beralamatkan di Desa Tugumulyo Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.
"Saya coba untuk meminta bantuan kepada warga sekitar, namun diacuhkan, sehingga akhirnya saya pulang ke Mesuji, Lampung," papar Sudarwanto, Selasa (3/2).
Pemalakan itu bermula saat Sudarwanto tiba di jalan dekat perbatasan OKI dan Mesuji, dia diberhentikan dua orang yang mengendarai motor tanpa nomor polisi, kawanan pemalak yang terbilang masih remaja itu membawa senjata api.
Dua pemalak itu meminta paksa uang Rp 500 ribu kepada Sudarwanto, namun karena tidak cukup, dia hanya memberikan uang Rp 100 ribu.
Ketika Sudarwanto mengeluarkan dompet, pelaku langsung merampas, dan membawa lari dompet berisikan STNK sepeda motor Honda Absolute Revo, ATM Bank Mandiri, SIM C, dan beberapa surat penting lainnya, dilansir dari Antara.
Dirinya berharap pihak kepolisian dapat memberantas para pemalak maupun pembegal, yang kerap beraksi di kawasan tersebut, terutama yang beroperasi di Jalintim Sumatera antara Mesuji, Lampung menuju OKI, Sumsel, karena ulah mereka sudah sangat meresahkan masyarakat, maupun para pengguna kendaraan bermotor yang sedang melintas di jalan tersebut.
(mdk/cob)