LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Magelang takut \'Lumpur Lapindo\' terjadi di Merapi

Pengeboran sumur untuk perbaikan dan pengecoran sabo dam di empat titik lereng Merapi terus mendapat protes.

2012-07-19 12:02:49
merapi
Advertisement

Proyek pengeboran sumur untuk perbaikan dan pengecoran sabo dam di empat titik lereng Merapi terus mendapat protes. Warga khawatir pengeboran puluhan meter yang dilakukan pada musim kering ini berakibat pada munculnya magma dan lava pada sumur.

Keempat titik alur sungai lereng Merapi yang saat ini dilakukan pengerjaan proyek perbaikan sabo dam oleh PT Waskita Karya Surabaya adalah di Kali Putih Kecamatan Srumbung, Magelang, Kali Senowo Kecamatan Dukun Magelang, Kali Trinsing Dukun Magelang dan sekitar Kali Apu Kecamatan Selo Boyolali.

Warga cemas, jika fenomena yang terjadi pada kasus munculnya lumpur Lapindo di Surabaya, Jawa Timur bisa terjadi di sekitar lereng Merapi. Warga khawatir bukan air, tapi magma atau lava yang muncul akibat pengeboran sumur untuk penunjang pengerjaan proyek tersebut.

Saat ini upaya pengeboran tujuanya untuk sumur yang airnya sebagai penunjang pengerjaan proyek perbaikan sabo dam belum memunculkan air. Jika diteruskan, ratusan warga khawatir cairan magma Merapi akan bocor di sekitar proyek.

"Kami terus terang sangat khawatir. Pengeboran sumur di musim kemarau saat ini ke dalamanya sudah mencapai 40 meter. Jika diteruskan akan berbahaya. Ya kalau munculnya air seperti yang diharapkan untuk pengerjaan proyek perbaikan sabo dam. Kalau munculnya magma dan Merapi mengamuk bagaimana? Bisa membahayakan ratusan bahkan ribuan warga kami?" kata Camat Srumbung Agus Purgunanto di sela-sela aksi, Kamis (19/7).

Agar tidak jadi blunder, ratusan warga dari 10 desa di Kecamatan Srumbung meminta proyek pengeboran sumur dalam rangka untuk menunjang perbaikan sabo dam di sekitar lereng Merapi untuk sementara dihentikan.

Setelah melakukan negosiasi dengan pihak proyek yang dimediasi oleh Camat Srumbung Agus Purgunanto, tetap tidak membuahkan hasil. Dengan rasa kecewa, ratusan warga dengan mengendarai sepedamotor meninggalkan tempat proyek.

"Kami akan mengadukan permasalahan ini ke Pak Suharno salah satu anggota DPRD Kabupaten Magelang supaya ini jadi perhatian pemerintah. Sebab jika pengeboran sumur dibiarkan saja. Lama-lama ancaman dan kekhawatiran magma atau lava bila bocor bisa membahayakan ribuan warga di lereng Merapi," kata Seneng, salah seorang perangkat desa di Kecamatan Srumbung, Magelang.

Dengan pengawalan ketat dari 3 SSK Satuan Dalmas Polres Magelang, ratusan warga akhirnya meninggalkan tempat proyek perbaikan sabo dam.

Pihak proyek saat dikonfirmasi menyatakan selama pengerjaan proyek yang baru berlangsung tiga hari itu menyatakan tidak ada keluhan apapun. Hanya, usai ratusan warga Kecamatan Srumbung melakukan protes akan melaporkan keluhan warga ke kantor pusat Waskita Karya di Surabaya.

"Kalau soal izin, amdal dan lainya ada di kantor pusat Surabaya. Saya sebagai pimpinan produksi proyek hanya melakukan pengerjaan dan bertanggungjawab pengerjaan di lapangan saja," kata Subur(40) warga Lamongan, Surabaya.

Subur menjelaskan proyek perbaikan sabo dam itu akan dikerjakan selama kurang lebih satu tahun dengan setiap titiknya melibatkan 12 tenaga dan tiga alat berat di masing-masing titik.

"Yang pasti proyek dikerjakan pada saat musim kemarau untuk menghindari adanya bahaya banjir lahar dingin Merapi. Enam bulan kemarin sempat berhenti dan enam bulan ke depan akan kami jalankan kembali," ujar Subur.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.