Warga Lenteng cari-cari kesalahan Lurah Susan soal bendera
Kata Warga, lurah Susan tak mengibarkan bendera saat 17 Agustus. Padahal setiap hari bendera berkibar di kelurahan.
Warga Lenteng Agung kembali berdemonstrasi penolakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menempatkan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung.
Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli dinilai tidak nasional dan menghargai para leluhur bangsa Indonesia. Alasannya, pada 17 Agustus lalu, Lurah Susan tidak memasang bendera merah putih di depan Kelurahan Lenteng Agung.
"Pada tanggal 17 Agustus, itu hari Kemerdekaan bangsa kita. Dan untuk menghormati para leluhur, kita harus memasang bendera merah putih tetapi Lurah Susan tidak memasang bendera merah putih di Kelurahan Lenteng Agung. Banyak warga dan tokoh masyarakat yang mengadu," ujar Tokoh masyarakat Lenteng Agung, KH. Sholihin Ilyas dalam aksi damai di Depan Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (25/9).
Dengan begitu, lanjut dia, Lurah Susan tidak menghormati perjuangan para leluhur bangsa Indonesia termasuk Presiden Soekarno .
"Ini sama saja lurah Susan tidak menghormati perjuangan para leluhur kita. Karena mereka telah berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia termasuk Presiden Soekarno ," tegas dia.
Namun rupanya para pendemo itu tidak mendapatkan data yang valid. Sebabnya, bendera di depan kelurahan selalu berkibar setiap hari. Jangankan ada hari besar atau perayaan, hari biasa pihak kelurahan mengibarkan bendera.
"Setiap hari selalu pasang bendera merah putih. Walaupun, ada aksi ataupun tidak kami tetap pasang," kata Debby, seorang staf kelurahan Lenteng Agung.
Baca juga:
Lurah Susan didemo karena ganti salam dengan good morning
Demo tolak lurah Lenteng Agung diumumkan lewat masjid-masjid
Lurah Susan ajak tiga tokoh Lenteng Agung diskusi
Didemo warga beda agama, Lurah Susan ikuti Gus Dur
Susan Jasmine, lurah modis yang dimiliki Lenteng Agung