Warga Legian gelar upacara pecaruan di lokasi tewasnya Aipda Wayan
Melalui upacara ini, diharapkannya ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa.
Upacara pecaruan atau pembersihan alam digelar desa adat Legian Kuta, Bali, Sabtu( 20/8). Upacara itu digelar di lokasi ditemukannya anggota Polsek Kuta Aipda Wayan Sudarsa pada 17 Agustus, lalu.
Upacara pembersihan ini di beri nama Caru Eka Sata, sebagai bentuk upacara permakuluman atau masih dalam tahap tingkatan biasa.
"Perlunya kita lakukan persatuan atau pembersihan ini, guna mengembalikan aura positif karena sebelumnya telah terjadi kematian yang tidak wajar di lokasi ini," papar Bendesa Adat Legian, I Gusti Ngurah Sudarsa, Sabtu (20/8) di pantai Legian.
Dia mengatakan, setidaknya upacara ini dilakukan karena lingkungan ini dianggap leteh atau kotor. Sehingga, diupacarai agar kembali harmonis.
"Ini merupakan amanat awig-awig desa adat, ritual ini dilakukan dengan tujuan mengembalikan kesucian tempat. Sehingga bisa menetralisir kembali," Imbuhnya.
Caru dipimpin oleh Pemangku Desa Adat Legian, Nyoman Radu. Caru sebagai persembahan untuk Bhuta Kala. Upacara caru dimaknai sebagai upacara untuk menjaga keharmonisan alam, manusia dan sang pencipta.
Melalui upacara ini, diharapkannya ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa. Dia pun mengimbau agar para pendatang, pengusaha, tamu, wisatawan untuk ikut bersama menjaga alam di wilayah desa adat itu sendiri meski desa adat tidak memintanya.
Baca juga:
Prarekonstruksi, David bantah membunuh Aipda Wayan
Jejak dua bule dalam tewasnya Aipda Sudarsa
Pasangan bule di Bali bunuh polisi saat sedang mabuk
2 Bule akui aniaya Aipda Sudarsa karena mengintip mereka pacaran
Diduga kuat membunuh Aipda Sudarsa, David dan Sara Connor dibekuk
Berdasarkan bercak darah, 2 WNA diduga bunuh Aipda Sudarsa diburu
Polisi pastikan selebaran foto beredar diduga pembunuh Aipda Sudarsa