LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Korban Banjir dan Longsor di Kabupaten Bogor akan Direlokasi

Pemerintah Kabupaten Bogor bersiap merelokasi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Januari 2020. Pemerintah telah menyiapkan lokasi baru untuk warga, termasuk telah dibuatkan bangunan tempat tinggal. Total ada 181 hunian tetap untuk warga Urug.

2021-11-03 13:52:19
Banjir
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bogor bersiap merelokasi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Januari 2020. Pemerintah telah menyiapkan lokasi baru untuk warga, termasuk telah dibuatkan bangunan tempat tinggal. Total ada 181 hunian tetap untuk warga Urug, lokasinya tepat berada di area perkebunan sawit, tidak jauh dari kantor desa.

"Karena kita tidak cuma memindahkan orangnya ke tempat baru. Tapi juga harus memindahkan kehidupan mereka ke tempat baru itu," kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasam Pemukiman dan Pertanaham (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ajat R Jatnika, Rabu (3/10).

Terlebih warga Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor masih memegang teguh adat istiadat, seperti masih menggunakan rumah panggung untuk tinggal dan lainnya.

Advertisement

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemkab Bogor telah menyiapkan 24 unit hunian tetap berupa rumah panggung, tiga unit rumah agung masjid, pasar kampung, klinik kesehatan, lapangan bola hingga leuit untuk penyimpanan beras.

"Jadi yang dibangun tidak hanya fisik rumah saja. Bukan hanya memindahkan penduduk dari lokasi rawan bencana ke lokasi yang baru, melainkan juga membangun kembali kehidupannya," ujar Ajat.

Dia menambahkan, jajarannya juga akan melibatkan Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) dalam membangun kehidupan di Kampung Urug 'Baru'.

Advertisement

Setiap halaman hunian baik yang dinding maupun rumah adat panggung akan ditanam pohon buah, tanaman obat atau lainnya hingga masyarakat Kampung Urug tetap produktif.

"Kita membangun konsep rumah produktif, ada tanaman khas yang di tanam di halaman rumah," imbuhnya.

Selain itu dalam pengelolaan sampah, DKPP dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membentuk bank sampah dan kampung ramah lingkungan.

Ajat sapaan akrabnya menuturkan, Pemkab Bogor mendukung pelestarian adat di Kampung Urug, bahkan, dalam mendesain rumah adat panggungnya, faktor sirkulasi dan udara juga diperhatikan agar bisa hemat energi.

"Pemkab Bogor maupun pemerintah pusat siap mendukung kelestarian Kampung Adat di Kampung Urug, Desa Urug. Sukajaya. Dalam pembangunan huntap adat panggungnya kami juga berkonsep green living karena dalam mendesain rumah adat panggung tersebut, kami memperhitungkan faktor sirkulasi dan udara," tutur Ajat.

Sementara itu Kepala Desa Urug Sukarma menjelaskan alasan mempertahankan membangun hunian tetap berupa rumah adat panggung karena masyarakatnya tidak ingin adat istiadat dari leluhurnya hilang begitu saja.

"Pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor awal Tahun 2020 lalu, 24 unit rumah adat panggung dan puluhan unit leuitnya mengalami kerusakan parah, demi melestarikan adat istiadat dari leluhur, kami pun meminta KemenPU-PR dan Pemkab Bogor mengganti rumah adat dan leuit kami yang rusak seperti sebelumnya. Alhamdulillah, permintaan kami dikabulkan," jelas Sukarma.

Agar sesuai aturan adat istiadat, ia menerangkan dalam pembangunan hunian tetap adat panggung, leuit dan rumah ageung, warga pun dilibatkan oleh penyedia jasa rekanan KemenPU-PR.

"Kami punya cara atau aturan sendiri alam membangun rumah adat panggung, leuit dan rumah ageung. Alhamdulillah, kearifan lokal Kampung Urug dihargai dan bahkan didukung oleh pemerintah, termasuk tidak melaksanakan pembangunan Huntapnya pada Bulan Maulud. Karena hal itu, pembangunan Huntap pun kami hentikan sementara," tandasnya.

Baca juga:
BKMG Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga Pekan Depan, Warga Medan Diminta Waspada
Hujan Deras, Banjir dan Longsor Terjadi di Sebagian Wilayah Bandung Raya
BPBD Sleman Sebut Potensi Banjir Lahar Dingin Merapi Meningkat saat Musim Hujan
Ketika Banjir Jadi Arena Bermain Anak-Anak
Hujan Lebat, Jalanan di Tangerang Selatan Tergenang Banjir
Dua Unit Pompa Air Bersiaga di Rawajati Antisipasi Banjir
Gerebek Lumpur Pemprov DKI Dinilai Tak Optimal Tanggulangi Banjir Jakarta
9 Bencana Terjadi di Tasikmalaya dalam 15 Hari, Tanah Longsor Mendominasi

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.