Warga Kanding Banyumas bangga Sapoen jadi kandidat capres Suriname
Dari penelusurannya ke warga Kanding, beberapa di antaranya memang masih memiliki hubungan famili dari buyut Sapoen.
Kabar Raymond Sapoen yang menjadi kandidat calon presiden Suriname pada Pemilu Mei 2015 nanti, sempat membuat gempar Desa Kanding Kecamatan Somagede Banyumas Jawa Tengah yang disebut-sebut sebagai tanah leluhur Raymond. Bahkan beberapa warga yang ditemui di tengah kegiatan kerja bakti di desa setempat terlihat senang dengan kabar tersebut.
"Kami ikut senang juga, karena bagaimana pun jika memang Raymond keturunan warga (Desa) Kanding, mudah-mudahan bisa membanggakan desa kami," ujar Ketua RT 01/RW 01, Haryono, Senin (2/2).
Haryono mengaku kaget kali pertama mendengar adanya keturunan warga Desa Kanding di Suriname yang dikabarkan menjadi kandidat presiden negara tersebut. Haryono sendiri mengaku, sempat mencari kabar kebenarannya.
"Saya sempat berbicara dengan beberapa warga yang ada di sini, menelusuri kebenaran kabar tersebut," ujarnya.
Dari penelusurannya ke warga, beberapa di antaranya memang masih memiliki hubungan famili dari buyut Sapoen. "Kalau untuk mencari jejak keluarga Sapoen di sini memang agak sulit. Karena yang kami dengar pertalian saudaranya dari buyut, setelah itu ke Ibu Sadem yang merupakan ibu Sapoen yang dimaksud," ucapnya.
Munculnya kabar keturunan warga Desa Kanding Kecamatan Somagede Banyumas Jawa Tengah menjadi kandidat presiden Suriname terkuak setelah Arie Grobbee menulis hasil penelusurannya di Desa Kanding, tentang asal leluhur Raymond Sapoen yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Suriname.
"Saya mulai menelusurinya dari data Belanda yang saya dapat. Setelah berkunjung ke sana (Kanding), saya menemukan beberapa warga yang memang mengenal Sapoen. Dan setelah saya cocokkan beberapa ciri fisik, ciri Sapoen sesuai dengan seorang warga setempat yang bernama Parsono dan dari penelusuran silsilah keluarga memang masih ada hubungan dengan Sapoen yang memiliki ibu bernama Sadem," ucapnya saat dihubungi.
Hingga saat ini, Arie yang aktif dalam sebuah perkumpulan warga Jawa-Belanda ini mengaku masih mencoba menelusuri lebih dalam lagi. "Saya ingin agar bisa menyambung tali silaturahmi antara warga Jawa yang berada di Suriname dengan yang masih tersisa di sini. Karena telah lama mereka terputus dengan tanah leluhurnya," ucapnya.
Baca juga:
Perkenalkan Raymond Sapoen, capres Suriname berdarah Banyumas