LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Gianyar gelar upacara di lokasi pembunuhan tokoh Laskar Bali

Upacara itu menyedot dana Rp 25 juta.

2016-06-19 19:45:29
Pembunuhan
Advertisement

Desa Pakraman Batuan di Gianyar, Bali, hari ini, Minggu (19/6), menggelar upacara Mecaru Balik Sumpah. Hal itu dilakukan buat mengembalikan keadaan desa usai terjadi pembunuhan anggota ormas Laskar Bali.

Upacara itu digelar di perempatan Desa Batuan, Sukawati. Untuk menggelar ritual itu, mereka menggelontorkan anggaran hingga Rp 25 juta.

"Mecaru Balik Sumpah sudah kami persiapkan sejak sepuluh hari lalu oleh seluruh krama di Desa Pakraman Batuan, dari delapan Banjar," kata Bendesa Pakraman Batuan, I Made Jabur.

Upacara Mecaru Balik Sumpah ini menggunakan sarana upacara korban anjing belang bungkem (anjing kecil berbulu coklat moncong mulut warna hitam), dan bebek. Upacara ini dipimpin oleh Ida Pedanda Griya Pacung kaniten dari Griya Pacung Kanita, Desa Batuan, dan Ida Pedanda Gunung Sari dari Griya Pliatan, Ubud.

Pantauan di lokasi, upacara juga dilanjutkan ke pantai hingga ke rumah Made Wandiana, yang menjadi tempat pembunuhan.

Mengingat biaya upacara ini tidak sedikit, pihaknya pun berharap ada ganti rugi diperoleh dari para pelaku saat proses persidangan nanti.

"Kami harapkan dalam putusan pengadilan ada ganti rugi yang dicantumkan saat persidangan nanti. Namun, sampai saat ini kita harap aparat kepolisian bisa segera meringkus para pelaku yang belum tertangkap," ucap Jabur.

Mengantisipasi kejadian serupa, Desa Pakraman Batuan bakal melarang segala bentuk Ormas di desa itu. Termasuk melarang keterlibatan warga serta pemasangan baliho atau spanduk Ormas.

"Warga kami sudah kesal dengan ulah ormas. Kami akan menindaklanjutinya dalam paruman, agar nantinya ada peraramen yang mempertegas larangan aktivitas Ormas di Pakraman kami," tutup Jabur.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.