LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Garut Protes Kualitas Beras Bantuan Jelek dan Berkutu

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengakui sejumlah karung berisi beras untuk bantuan jadup warga yang diisolasi kualitasnya kurang bagus. Namun pihaknya mengaku langsung dengan beras yang baru.

2020-09-22 02:02:00
Bansos Corona
Advertisement

Sejumlah warga Garut yang sedang menjalani karantina karena wilayahnya diberlakukan PSBM (pembatasan sosial berskala mikro) menolak bantuan beras jadup alias jatah hidup. Warga menilai kualitas beras jelek yakni berbau, berwarna kehitam-hitaman dan berkutu.

Herdiana (45), warga Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut menyebut bantuan beras dan sejumlah bahan pokok diberikan Dinas Sosial Kabupaten Garut.

"Masa beras yang kualitasnya jelek begitu diberikan kepada warga. Kita dikarantina agar terhindar dari corona. Tapi kalau kualitas bantuannya seperti itu, yang ada kita malah seperti disuruh sakit. Ya kita tolak lah," ujarnya saat dihubungi, Seni (21/9).

Advertisement

Sementara itu, ketua RW 15, blok 6, Perum Bumi Cempaka Indah (BCI) Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Masgun membenarkan bahwa kualitas beras yang diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk warganya berkualitas jelek.

"Warnanya kehitam-hitaman, bau, juga banyak kutu," sebutnya.

Di Rw-nya, ungkap Masgun, terdapat 4 RT (rukun tetangga) dengan 185 kepala keluarga. Beras-beras itu sendiri sempat dibagikan kepada warga secara langsung sebagian, namun sebagian lagi berada di tempat Ketua RT setempat.

Advertisement

Warga yang mengetahui kualitas beras yang jelek langsung menolak dan protes. Mengetahui respons warga, beras bantuan langsung ditarik lagi dan diganti dengan beras yang lebih baik setelah pihaknya menghubungi Dinas Sosial.

"Saat diturunkan memang tidak terlihat berkutu, tapi diketahuinya saat dibagikan kepada warga," ucapnya.

Dikonfrimasi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengakui sejumlah karung berisi beras untuk bantuan jadup warga yang diisolasi kualitasnya kurang bagus. Namun pihaknya mengaku langsung dengan beras yang baru.

"Penyebabnya kemungkinan ada kesalahan pengambilan dari gudang yang terangkut," katanya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.