Warga Condet hilang setelah bom ledakkan pos polisi Sarinah
Saat Rico ditilang oleh polisi, bom hancurkan Pos Polisi depan Plaza Sarinah itu.
Seorang warga Karang Tengah, Condet, Jakarta Selatan, Parno mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pukul 23.30 WIB, Kamis (14/1) kemarin untuk mencari kerabatnya yang hilang. Parno berniat mencari keponakannya yang diketahui belum pulang hingga saat ini. Dia menduga keponakannya bernama Rico (20) menjadi korban teror bom dan baku tembak di Kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1) kemarin.
Parno menceritakan bahwa Rico mengantar kakak sepupunya yang bernama Anggun Kartika Sari (24) untuk menjalani wawancara pekerjaan di Plaza Sarinah. Namun saat melintasi Pos Polisi persimpangan Jalan MH Thamrin di depan Gedung Sarinah, Rico ditilang oleh polisi. Saat itu juga bom hancurkan Pos Polisi itu.
"Nggak lama setelah ditilang, kemudian meledak," kata Parno seperti dikutip antara, Jumat (15/1).
Anggun sendiri merupakan salah satu korban bom. Dia diketahui mengalami luka di bagian kakinya dan saat ini dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Sedangkan Rico tak kunjung diketahui kabarnya.
Parno menjelaskan bahwa terakhir kali Rico masih mengenakan sweater bewarna merah, celana jeans, dan sepatu pantofel. Parno mengatakan orang tua Rico sudah mencoba menggali informasi mengenai anaknya ke Polda Metro Jaya, namun tidak mendapatkan hasil.
Anggun sendiri merupakan warga Kendal, Jawa Tengah, yang baru dua minggu tinggal di Jakarta. Ia hendak melakukan wawancara pekerjaan yang dilamarnya secara online.
Sebelumnya keluarga Anggun cemas. Orangtua korban syok saat melihat foto anaknya sedang diselamatkan pengendara GO-JEK, dan terlihat terluka di kakinya. Anggun kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.
Haryanto, ayah korban, mengatakan, sekitar pukul 13.00 WIB mendapat kabar dari rumah sakit Gatot Subroto Jakarta.
"Awalnya keluarga tidak mengira Anggun menjadi korban bom Sarinah. Setelah adik iparnya yang ada di Jakarta mengecek di rumah sakit, dan benar jika korban adalah anak saya," kata pensiunan polisi itu.
Orangtua semakin terkejut ketika melihat foto Anggun sedang ditolong tersebar di media sosial.
"Kalau keterangan dari adik ipar yang mengecek kondisi di rumah sakit, korban mengalami patah tulang dan terkena serpihan paku dari bom yang meledak," imbuh Haryanto.(mdk/tyo)