Warga Bogor Tolak 6 Warga Sri Lanka Pencari Suaka Karena Takut Bawa Virus Corona
6 warga Sri Lanka itu sebenarnya mengantongi dokumen keimigrasian dan dokumen pencari suaka dari PBB.
Warga Desa Leuwiliang, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tidak berkenan dengan keberadaan 6 pencari suaka asal Sri Lanka yang mengontrak di pemukiman sekitar. Warga khawatir pencari suaka itu membawa virus corona.
Untuk menghindari konflik sosial dari penolakan itu, Bhabinkamtibmas Desa Leuwiliang, Brigadir Taupik dan Babinda Peltu Adi Kusdiawan pun menyambangi rumah kontrakan warga Srilanka itu, untuk melakukan mediasi, Kamis (27/2).
6 warga Sri Lanka itu sebenarnya mengantongi dokumen keimigrasian dan dokumen pencari suaka dari PBB. Setelah dimediasi oleh petugas dan perangkat desa setempat, mereka akhirnya sepakat untuk meninggalkan rumah kontrakan.
Kapolsek Leuwiliang, AKP Ismet Inono mengungkapkan, mediasi dilakukan karena mendengar adanya penolakan terhadap warga negara asing di wilayah hukumnya.
"Mereka pencari suaka. Awalnya ada informasi dari warga akan terjadi penolakan. Untuk menghindari adanya konflik maka kami lakukan mediasi. Penolakan karena warga khawatir dengan virus corona," kata AKP Ismet.
Menurut Ismet, setelah meninggalkan rumah kontrakan, 6 warga Sri Lanka ini akan menuju ke Kedutaan Besar Sri Lanka untuk Indonesia pada Sabtu (29/2).
Baca juga:
Pasien Meninggal Negatif Corona di Semarang Terkena Flu Babi
Dubes RI untuk Saudi: Batas Waktu Penghentian Visa Umrah Belum Ditentukan
Garuda Indonesia Akui Jemaah Umrah Tak Bisa Diberangkatkan Akibat Pelarangan Saudi
Garuda Indonesia Siap Angkut Jemaah Umroh Kembali ke Tanah Air
Menkes: 68 WNI ABK Diamond Princess Dievakuasi 1-2 Hari Ke Depan