Warga Beberapa Kali Menemukan Mayat di Setu Pangarengan Depok
Misteri penemuan potongan kaki manusia di Setu Pengarengan, Sukmajaya, Kota Depok masih misteri. Sejak ditemukan pada Senin (8/6) lalu, belum terungkap identitas korban. Polisi masih bekerja keras mengungkapnya. Sejumlah saksi sudah diminta keterangan.
Misteri penemuan potongan kaki manusia di Setu Pengarengan, Sukmajaya, Kota Depok masih misteri. Sejak ditemukan pada Senin (8/6) lalu, belum terungkap identitas korban. Polisi masih bekerja keras mengungkapnya. Sejumlah saksi sudah diminta keterangan.
Orang yang pertama kali menemukan adalah petugas Satgas SDA DPUPR Depok bernama Nasir. Saat itu dia sedang membersihkan sampah di dekat gorong pintu air. Potongan kaki ditemukan mengambang di sana.
"Teman saya teriak, bang ada kaki, kaki bang. Saya lihat benar kaki ngambang. Langsung saya ambil plastik hitam dan saya ambil," kata Nasir, Rabu (10/6).
Saat ditemukan, potongan kaki itu tidak terbungkus plastik. Bentuk potongan kaki sampai betis dan potongan kaki agak miring. "Potongan kaki itu kondisi sebetis, pas saya pegang masih keras kakinya. Potongannya miring, kaya potongan tempe," ceritanya.
Nasir mengatakan, kondisi kaki pas diangkat ke darat terdapat kutek di kuku kaki berwarna unggu. Kuat dugaan bahwa itu adalah potongan kaki wanita. Diduga potongan kaki itu dibuang dari atas Jalan Tol Cinere-Jagorawi. Karena ketika ditemukan, potongan kaki berada di bawah jembatan.
Situasi di sekitar setu memang sepi. Hanya terlihat beberapa warga yang sedang mancing. Pada saat ditemukan memang sempat membuat warga gempar dan mendatangi lokasi.
Warga menuturkan, lokasi tersebut memang sering ditemukan mayat. "Memang lokasi ini pernah berapa kali ditemukan mayat. Seperti penemuan mayat wanita itu 20 tahun lalu. Terus pembunuhan dan penemuan mayat wanita lagi. Terakhir potongan kaki ditemukan," kata salah satu warga sekitar, Kiki.
Kondisi area Situ Pengarengan saat pandemi memang sepi. Dan jarang warga nongkrong di pinggir situ. "Kalau kondisi malam ramai biasanya, banyak warga mancing dan anak muda nongkrong. Saat pandemi Corona agak sepi," pungkasnya.
Baca juga:
Polisi Temukan Bekas Lebam di Potongan Kaki yang Ditemukan di Setu Pengarengan Depok
5 Saksi Diperiksa Terkait Temuan Potongan Kaki di Setu Pengarengan Depok
Potongan Kaki Manusia Ditemukan di Setu Pengarengan Depok
Kasus Jenazah Dicor di Musala: Anak Ngotot Tidak Membunuh Bapaknya, Ibu Minta Bebas
Kasus Jenazah Dicor di Musala: Ibu Dituntut 10 Tahun, Anak 20 Tahun