LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Bandung gelar ruwatan selamatkan Babakan Siliwangi

Warga juga mencopot seng penutup yang dipasang pihak pengembang yang akan membangun restoran.

2013-05-20 11:47:58
bandung
Advertisement

Sekitar 300 orang menggelar Aksi Budaya Babakan Siliwangi (Baksil). Mereka berasal dari berbagai elemen menyampaikan dukungan penyelamatan hutan kota yang diakui dunia ini.

Dalam aksinya demonstran mempertunjukkan seni ruwatan, seni musik tradisional, seni lukis, seni gerak, dan orasi budaya di tengah rindangnya pepohonan itu. Mereka satu tujuan, menolak keras rencana pembangunan restoran di kawasan itu.

Kondisi hutan kota itu kini dikhawatirkan berkurang luasnya dan beralih fungsi. Padahal Baksil selain sebagai paru-paru kota, juga sebagai area resapan air yang sanggup memasok oksigen untuk 15 ribu orang dalam sehari.

Kini ancaman itu datang. Ancaman itu membayangi kelestarian lingkungan hayati Kota Kembang yang sebelumnya sering disebut sebagai kota seribu taman. Restoran atau sarana komersil lainnya akan dibangun oleh Pemerintah Kota Bandung dan PT Esa Gemilang Indah (EGI) yang sudah dikeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Berbagai elemen masyarakat dan perwakilan hadir di sini. Ini akumulasi dari kegelisahan kita bersama. Bandung semakin banjir macet. Kita bikin secara budaya dan elegan," kata perwakilan forum warga Peduli Babakan Siliwangi, Tisna Sanjaya, Senin (20/5).

"Masalah lingkungan hidup bukan masalah masyarakat Bandung saja tapi dunia karena Baksil sudah diakui dunia sejak 2011 lalu. Tolak pembangunan di Babakan Siliwangi. Stop komersialisasi hutan kota," tegasnya.

Baksil menurutnya saat ini merupakan 'Green Belt' Kota Bandung dan kawasan Bandung Utara. Baksil juga memiliki sekitar tujuh mata air, keanekaragaman flora dan fauna, serta berbagai macam jenis pohon dan primata.

Seusai melakukan aktivitas penolakan di Baksil. Lingkaran seng yang sudah menutupi sekitaran Baksil dicopot. Setelahnya mereka membawa ke Pemerintah Kota dengan iringan seni tradisional sisingaan.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.