LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Scarring Effect Pascapandemi

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin membeberkan strategi pemerintah untuk memperkuat kepercayaan diri pelaku ekonomi, sebagai upaya pemulihan nasional. Langkah itu diperlukan karena pandemi Covid-19 menyebabkan ketidakpastian di sektor ekonomi sebagai luka yang membekas atau scarring effect.

2022-04-03 09:30:00
Pandemi Covid-19
Advertisement

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin membeberkan strategi pemerintah untuk memperkuat kepercayaan diri pelaku ekonomi, sebagai upaya pemulihan nasional. Langkah itu diperlukan karena pandemi Covid-19 menyebabkan ketidakpastian di sektor ekonomi sebagai luka yang membekas atau scarring effect.

"Pemerintah mendorong lembaga keuangan untuk terus menyalurkan kredit, terutama kepada sektor-sektor prioritas seperti sektor pariwisata dan UMKM," katanya dalam acara Economic Challenges Special Ramadan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) 2022 melalui konferensi video di Jakarta, Sabtu (2/4) malam.

Kemudian untuk mendorong dunia usaha dalam mempercepat pemanfaatan teknologi digital, Ma'ruf mendorong digitalisasi. Pemerintah, kata dia, memfasilitasi jutaan UMKM untuk mengaplikasikan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi mereka.

Advertisement

Jaga Daya Beli Masyarakat

Selanjutnya, Ma'ruf yang juga merupakan Ketua Dewan Penasihat IAEI menuturkan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan konsumsi masyarakat melalui berbagai upaya. Antara lain dengan memperbesar anggaran defisit agar tersedia ruang fiskal dan memberikan relaksasi atau kelonggaran dalam pembiayaan bagi para pelaku ekonomi untuk mempertahankan konsumsi masyarakat.

"Selain itu juga, pemerintah memfasilitasi perpanjangan restrukturisasi pembiayaan, direstrukturisasi," bebernya.

Advertisement

Lebih lanjut, Ma'ruf juga menjelaskan, untuk menjaga agar daya beli masyarakat tidak turun, pemerintah juga setiap tahun memberikan tambahan alokasi anggaran untuk perlindungan sosial. Setiap tahun, pemerintah memberikan tambahan alokasi anggaran untuk perlindungan sosial.

"Ini bagian daripada realokasi itu, selain untuk kesehatan, untuk pemulihan ekonomi dan juga untuk perlindungan sosial," jelasnya.

Ekonomi Tumbuh Positif

Sementara Ketua Umum IAEI/Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di tahun ini kepercayaan diri konsumen sudah tumbuh positif. Hal ini terlihat dari indeks penjualan ritel.

Menurutnya, upaya pemerintah seperti pemberian PPNBN untuk otomotif, ataupun penjualan rumah, dan pemberian bantuan sosial dapat menjadi booster untuk dapat kembali melakukan kegiatan konsumsi.

"Sekarang dengan pemulihan ekonomi penerimaan pajak mulai meningkat lagi, kalau tahun 2020 kita mengalami kontraksi 18%, tahun lalu pertumbuhan pajak sudah di atas 23%. Tahun ini tahun 2022 dalam dua bulan penerimaan pajak, kita tumbuhnya di atas 30%. Jadi ini menunjukan scarring effect-nya secara pelan dan pasti kita atasi," ungkapnya.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.