Wapres Tegaskan Anggaran Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Cukup, Soroti Soal Pendataan
Pemerintah memiliki target menyelesaikan angka kemiskinan ekstrem. Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan tidak ada kendala dalam anggaran. Namun, ia menyoroti pendataan dan penggunaannya harus tepat sasaran.
Pemerintah memiliki target menyelesaikan angka kemiskinan ekstrem. Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan tidak ada kendala dalam anggaran. Namun, ia menyoroti pendataan dan penggunaannya harus tepat sasaran.
Hal itu ia sampaikan usai memimpin rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dengan Pemprov Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (29/9). Pembahasan tersebut dihadiri oleh Bupati Cianjur, Bupati Bandung, Bupati Kuningan, Bupati Indramayu, dan Bupati Karawang.
Menurut dia, anggaran untuk menyelesaikan masalah kemiskinan sudah tersedia di kementerian dan lembaga. Fokus saat ini adalah bagaimana agar pendistribusian dan pendataan tidak bermasalah, termasuk perencanaannya harus matang.
"Anggaran sudah cukup, tinggal kita upayakan tepat sasaran. Seringkali jadi masalah data penerima," kata Ma'ruf.
"Penting untuk memastikan berbagai program terintegrasi mulai dari saat perencanaan sampai pada saat implementasi di lapangan, sehingga dapat dipastikan diterima oleh masyarakat yang berhak," katanya.
Menurut Wapres, target yang dicanangkan untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem ini bisa selesai secara bertahap hingga tahun 2024. Tahun ini, ada tujuh provinsi yang menjadi sasaran. Yakni, Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Di Jawa Barat, terdapat lima kabupaten yang menjadi sasaran.
Baca juga:
Ma'ruf Amin Sebut 10 Juta Lebih Penduduk Indonesia Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Survei: Indeks Persepsi Kesejahteraan RI Turun, tapi Lebih Baik Dibanding Singapura
Pemerintah Jokowi Sasar 35 Kabupaten untuk Mengurangi Kemiskinan Ekstrem di 2021
Tingkatkan Pendapatan Warga, 5 Kabupaten di Jatim Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Ganjar Jalankan Perintah Wapres Memetakan 5 Kabupaten Miskin di Jateng