Wapres Minta Pantai di Palu Diterapkan Sistem Peringatan Dini Bencana
Beberapa lokasi wisata pantai di Palu, diketahui kehilangan pengunjung pasca terjadinya gempa bumi yang diikuti tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar sepanjang pantai di daerah Palu, Sulawesi Tengah diterapkan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System). Tujuannya untuk menjamin rasa aman masyarakat dan mencegah timbulnya korban apabila kembali terjadi bencana.
Beberapa lokasi wisata pantai di Palu, diketahui kehilangan pengunjung pasca terjadinya gempa bumi yang diikuti tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam. Seperti halnya Pantai Taipa di Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara yang kini sepi pengunjung karena menjadi salah satu lokasi wisata paling parah terdampak tsunami.
"Supaya dilengkapi dengan early warning system supaya masyarakat tahu kalau terjadi apa-apa, sudah ada aba-aba. Itu nanti akan dilengkapi seperti itu," terang Ma'ruf di Pantai Taipa di sebelah utara Kota Palu, Jumat (7/1).
Lebih lanjut, Ma'ruf menuturkan, bahwa panorama Pantai Taipa sangat indah. Kata dia, hanya karena tsunami yang menjadikannya sepi pengunjung.
"Saya kira tempat ini bagus sekali, karena memang tsunami saja. Tapi dari tempatnya saya kira cukup ideal dan saya dengar sebelum tsunami cukup ramai. Hanya memang karena sesudah tsunami itu (pengunjung menurun)," ungkapnya.
Baca juga:
1.102 Unit Hunian Tetap Dibangun untuk Penyintas Gempa di Palu
Wapres Minta Gubernur Sulteng dan Wali Kota Palu Kerjasama Selesaikan Huntap WTB
Korban Gempa dan Likuefaksi di Palu Ditawarkan 4 Model Relokasi
Namun, mulai awal tahun ini pengunjung Pantai Taipa sudah mulai meningkat. Sehingga, Ma'ruf menekankan pentingnya untuk menghilangkan trauama masyarakat.
"Tapi mulai kemarin (tahun baru) rupanya sudah mulai ada peningkatan. Jadi yang penting menghilangkan trauma masyarakat dan ini karena memang bukan tempat hunian saya kira lebih aman," ujarnya.
Lebih jauh, Ma'ruf menerangkan, meski telah menjadi zona merah yang dilarang untuk dihuni, Pantai Taipa tetap dapat dimanfaatkan untuk menjadi tempat aktivitas publik. Seperti obyek wisata, pasar, pusat kuliner, dan lain-lain.
"Ini memang sudah tidak boleh ada penduduk. Karena itu dikhawatirkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya (bencana). Tetapi daerah ini masih dibolehkan untuk wisata, aktivitas publik, pasar-pasar, kuliner," paparnya.
Di samping itu, lanjut Ma'ruf, penerapan aplikasi Peduli Lindungi juga harus dilakukan seiring dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19. "Khusus untuk Covid-19 maka sudah menjadi aturan supaya disiapkan Peduli Lindungi (agar) mereka yang masuk ke sini memang terlindungi," tegasnya.
Dengan begitu, akan terbentuk rasa aman dan nyaman. Nantinya diharapkan akan menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
"Yang penting rasa aman, rasa nyaman, itu yang saya kira perlu disiapkan di tempat-tempat wisata," ujarnya.
Baca juga:
Wapres: Kita Harus Hilangkan Stigma Birokrasi Lambat dan Berbelit-belit
Wapres Tegaskan Posisi Wamen Disesuaikan Kebutuhan Pekerjaan Bukan Akomodir Parpol
Wapres Ma'ruf Dukung Guru Tua jadi Pahlawan Nasional
Kunker ke Palu, Wapres Jalan Pagi di Pantai Taipa
Kebiasaan Makan Wapres Ma'ruf Amin Sang Penggila Kerupuk