LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres JK sebut terorisme dan radikalisme muncul karena kemarahan

JK berkata penembakan warga di Dallas, Amerika Serikat karena pelaku marah, namun tak dinyatakan teror.

2016-07-19 11:30:25
Terorisme
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai terorisme dan radikalisme muncul karena kemarahan tidak bisa mencapai sesuatu. Contohnya di Timur Tengah, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah melakukan teror karena warganya melakukan kemarahan.

"Semua terorisme timbul dari negara gagal. Afghanistan gagal timbul Al-Qaeda, Irak dan Suriah gagal timbul ISIS karena marah. Pertanyaannya siapa yang hancurkan tiga negeri itu? Negara-negara besar," kata Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaan muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (19/7).

Selain itu, JK berkata penembakan warga di Dallas, Amerika Serikat karena pelaku marah, namun tak dinyatakan teror. Padahal lima orang tewas ditembak oleh pelaku yang tak bertanggungjawab.

"Kemarahan itu lintas agama. Apa yang terjadi di Dallas Amerika, di Lousiana, menembak tiga-lima orang. Kenapa itu tidak dikatakan terror? Karena kemarahan. Kenapa kita menembak? Karena kemarahan," kata dia.

Meski demikian, kata dia radikalisme dan terorisme bisa diselesaikan dengan pemikiran yang baik dan wasathiyah (tidak berlebihan). Sebab, jika ada teroris yang membunuh diri akan masuk surga merupakan kesalahan besar.

"Saya katakan di Ambon, membunuh wanita, anak-anak, menebang pohon itu tidak boleh dalam Islam apalagi membunuh sembarangan. Nah inilah ideologi harus diselesaikan ideologi," tandasnya.

Baca juga:
Wapres JK ungkap kekurangan umat muslim Indonesia
Bawa kardus bertulis 'Partai ISIS', penumpang Sriwijaya Air diciduk
Santoso diduga tewas, JK sebut TNI-Polri pantas dapat penghargaan
Imigran mengamuk di kereta pakai kapak, ditembak mati polisi Jerman
JK mengaku dilematis bebaskan 10 WNI disandera kelompok bersenjata

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.