Wapres JK sarankan Khofifah lepas jabatan Menteri Sosial
Wakil Presiden Jusuf Kalla menganjurkan Khofifah Indar Parawansa melepaskan jabatannya sebagai Menteri Sosial agar bisa fokus mengikuti Pilgub Jatim. Selain itu, tugas menteri sosial sangat berat. Sehingga dibutuhkan konsentrasi dari orang yang menjabatnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menganjurkan Khofifah Indar Parawansa melepaskan jabatannya sebagai Menteri Sosial agar bisa fokus mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.
"Ini demi Ibu Khofifah sendiri juga, supaya intensif waktunya 'kan sisa 8 bulan ya, 7 bulan. Pilkada kalau tidak intensif 7 bulan bisa sulit," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (28/11).
Selain agar fokus mengikuti pilkada, lanjut Wapres, tugas menteri sosial sangat berat karena mengurusi urusan kemanusiaan dan posisinya strategis di pemerintahan. Sehingga dibutuhkan konsentrasi dari orang yang menjabatnya.
"Pertama tugas itu sangat penting karena harus berurusan dengan masyarakat dan sebagainya, kalau sibuk kampanye bagaimana caranya?" kata dia.
JK menambahkan, semua keputusan tentang posisi menteri sosial berada di tangan Presiden Joko Widodo yang telah menerima surat pemberitahuan dari Khofifah mengenai rencana maju sebagai calon gubernur Jawa Timur.
"Saya belum tahu karena surat itu ditujukan kepada Presiden, tapi tentunya Presiden tidak bisa melarang orang untuk ikut pilkada," kata dia.
Menurut JK, komunikasi terakhir antara Presiden dan Khofifah dilakukan saat ini masih belum 100 persen yakin akan maju pilkada sehingga tidak ada pembahasan soal posisi mensos di antara ketiganya. Berbeda dengan saat ini di mana Khofifah sudah mengantongi tiket dari empat partai yakni NasDem, Demokrat, Golkar dan PPP.
Disinggung kemungkinan calon pengganti Khofifah sebagai mensos, Wapres mengatakan kriteria yang paling penting adalah kemampuan dan profesionalitas.
"Saya kira bukan soal dari mananya, tapi sanggup apa tidak melanjutkan usaha Ibu Khofifah karena Ibu Khofifah kan termasuk menteri yang cukup baik," kata dia.
(mdk/noe)