LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres JK nilai islamophobia Trump bahaya untuk Amerika

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan berdampak secara global termasuk Indonesia. Terlebih jika yang disampaikannya pada masa kampanye dijalankan.

2016-11-11 16:14:01
Donald Trump
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan berdampak secara global termasuk Indonesia. Terlebih jika yang disampaikannya pada masa kampanye dijalankan.

"Tergantung dijalankan atau tidak yang dikampanyekan dulu. Kita tidak tahu apakah disampaikan saat kampanye sesuai tindakannya karena kampanye bisa lain dari pelaksanaan," kata JK di Jakarta, Jumat (11/11).

Lebih lanjut JK mengatakan, jika Trump tetap konsisten dengan apa yang dikampanyekan maka Trump akan proteksionis. Begitu juga terkait dengan imigran, Trump ingin mengurangi masuknya imigran ke negara Adidaya itu.

Kampanyenya tersebut disambut antusias oleh pekerja karena akan memberikan kesempatan lapangan kerja bagi mereka dan mengurangi pengangguran. Namun sikap proteksionis dan anti Islam Trump juga akan berdampak terhadap perekonomian negara tersebut. Terutama masalah dengan investor Amerika khususnya dari Timur Tengah.

"Kalau dia islamophobia pasti investor Timur Tengah yang banyak di Amerika pasti banyak yang meninggalkan. Risikonya bisa membahayakan bagi Amerika kalau dia sangat proteksionis. Jadi Saya meyakini tindakannya beda dari kampanyenya," kata JK.

Sebelumnya, Trump menang dalam pemilihan presiden AS dengan perolehan suara elektoral (electoral votes) jauh di atas lawannya Hillary Clinton - kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Donald Trump dari Partai Republik pun menjadi presiden ke-45 AS yang baru terpilih. Hillary unggul dalam perolehan suara rakyat (popular votes) dalam hasil akhir penghitungan suara pada Rabu pagi.

Akan tetapi, pemilihan presiden di Amerika Serikat ditentukan bukan oleh "popular votes" melainkan "electoral votes".

Namun demikian, Hillary Clinton dalam pidato konsesinya (pidato pengakuan) mengajak semua pihak menerima hasil pemilu dan mendukung presiden AS yang baru terpilih, Donald Trump.

Baca juga:
SBY bicara soal Donald Trump dan Islamophobia di Amerika
Trump hapus berita pelarangan Muslim masuk AS dari situs resmi
Trump jadi presiden, muslimah Amerika kini takut pakai hijab
Kekhawatiran muslim AS atas terpilihnya Trump jadi presiden
Trump usul warga muslim AS diawasi dan didata meniru israel
We're Muslim, Don't Panic, kelompok hip-hop yang hebohkan internet

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.