Wapres JK harap China bisa investasi lebih besar ke Indonesia
Dia menjelaskan, kerja sama antara Indonesia dan China tercatat meningkat pada 2013. China juga, kata JK, tercatat sebagai mitra pembangunan infrastruktur terbesar kedua di Indonesia.
Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap dengan adanya acara Indonesia-China Business Summit, negeri tirai bambu tersebut bisa terus meningkatkan investasi. Sebab China tercatat sebagai negara investor asing terbesar di Indonesia dengan nilai investasi USD 3,4 miliar pada 2017.
"Tentu harapan kita akan jadi lebih besar lagi. Investasi tiongkok di Indonesia pada tahun 2017 meningkat menjadi USD 3,4 miliar tidak termasuk Hong Kong," kata JK saat memberikan sambutan di Indonesia-China Business Summit, Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (7/5).
Dia menjelaskan, kerja sama antara Indonesia dan China tercatat meningkat pada 2013. China juga, kata JK, tercatat sebagai mitra pembangunan infrastruktur terbesar kedua di Indonesia.
"Kemitraan ini akan menguat dengan adanya kesepakatan untuk membangun 4 koridor ekonomi terintegrasi di Indonesia. Di bidang pariwisata, wisatawan Tiongkok merupakan wisatawan asing terbesar di Indonesia, dengan jumlah mencapai 2 juta orang pada 2017," ujarnya.
Tidak hanya itu, JK menambahkan, ada beberapa sektor yang akan semakin menjanjikan. Yaitu di bidang ekonomi digital.
"Tencent pada 2017 menginvestasi di Gojek, sebesar USD 1,2 miliar. Alibaba, pada 2017 menginvestasi di Tokopedia sebesar USD 1,1 miliar. Konsorsium tahun 2017 juga berinvestasi di Traveloka sebesar USD 350 juta ," ungkap JK.
Dia juga optimis kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok ke depan bisa semakin pesat. Terutama di bidang ekonomi.
"Saya sangat optimis bahwa kerja sama ekonomi indonesia tiongkok ke depan, akan semakin tumbuh pesat," tutup JK.
Baca juga:
Cuti bersama Lebaran 2018 diresmikan, Wapres JK sebut ekonomi akan semakin meningkat
Wapres JK usul penerapan ganjil genap tol dan pembatasan sepeda motor saat mudik
JK didorong jadi cawapres Jokowi, Golkar tetap mau Airlangga
Demokrat soal JK maju cawapres 2019: Konstitusi sudah jelas dua kali masa jabatan
PM China dijadwalkan akan bertemu Jokowi dan Jusuf Kalla