Wapres JK beri sinyal tolak rencana TNI AU beli helikopter AW-101
"Saya yakin dana anggaran untuk beli-beli begitu pada dewasa ini tidak ada," kata JK
TNI Angkatan Udara (AU) tengah mengajukan kembali rencana pembelian helikopter AW-101 versi utility transport ke Kementerian Pertahanan (Kemhan). Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, ekonomi Indonesia kini dalam tahap pertumbuhan. Dengan demikian, anggaran pembelanjaan negara harus diperhitungkan termasuk pengadaan helikopter.
"Saya kira anggaran sekarang kita hemat untuk membeli barang-barang yang mahal," ujar Wapres JK di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (8/9).
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini menambahkan, dirinya juga belum mengetahui apakah pemerintah menyediakan anggaran untuk pembelian helikopter tersebut atau sebaliknya.
"Saya tidak tahu apakah ada anggarannya atau tidak. Saya yakin dana anggaran untuk beli-beli begitu pada dewasa ini tidak ada," ujarnya.
Pengajuan pembelian helikopter AW-101 ini diklaim sudah sesuai dengan kajian atas kondisi helikopter angkut TNI AU. Kajian yang selama ini digunakan serta kemampuannya memenuhi kebutuhan militer di masa yang akan datang.
Sebelumnya TNI juga telah mengajukan pengadaan helikopter VVIP Kepresidenan AgustaWestland AW-101, namun ditolak.
Baca juga:
TNI AU lirik lagi Heli AW-101 meski pernah ditolak Jokowi
Kemhan kaji permintaan TNI AU beli helikopter AW-101
Menhan yakin helikopter PT DI kualitasnya setara produk asing
Kisah Presiden AS beri helikopter gratis karena kagum pada Soekarno